PSI Sebut Jokowi Tak Berambisi Jadi Pemimpin: Beda ama Rizal Ramli

Terkini.id, Jakarta – Politikus PSI Muannas Alaidid menanggapi perihal hebohnya gerakan pendukung Jokowi-Prabowo untuk Pilpres 2024 nanti.

Menurut Muannas, Qodari sang penggagas gerakan yang disebut telah melakukan kesalahan fatal.

Seperti yang diketahui, Penasihat Jokpro M Qodari yang juga Direktur Eksekutif Indobarometer mengakui dirinya sebagai penggagas Jokowi-Prabowo 2024.

Baca Juga: Netizen Pendukung Reuni 212 Dinilai Hina Presiden, Sebut Jokowi Tokoh...

Muannas pun menjelaskan secara detail kesalahan fatal yang dilakukan Qodari tersebut.

Melansir dari Genpi, kesalahan fatal Qodari yang pertama menurut Muannas adalah gerakan tersebut akan melanggar konstitusi.

Baca Juga: Jokowi Didesak Bubarkan MK, Wakil Ketua MPR RI: Jurus Jerumuskan...

Konstitusi negara telah mengatur masa jabatan presiden hanya 5 tahun dan maksimal 10 tahun (2 periode).

Alasan kedua adalah, Jokowi secara tegas telah menolak gagasan 3 periode tersebut.

Terakhir, kata Muannas, gagasan tersebut mencederai gerakan Reformasi 1998 yang menggulingkan kepemimpinan Orde Baru yang bertahun-tahun lamanya.

Baca Juga: Jokowi Didesak Bubarkan MK, Wakil Ketua MPR RI: Jurus Jerumuskan...

“Tiga kesalahan fatal yang dorong Jokowi 3 periode: 1. Langgar Konstitusi, 2. Jokowi sendiri sudah menolak dan marah-marah atas usulan itu, 3. Pengkhianat demokrasi dan reformasi,” cuit Muannas, dikutip terkini.id, Minggu 20 Juni 2021.

Muannas pun menegaskan sekali lagi bahwa Jokowi di matanya, bukanlah sosok yang memiliki ambisi terhadap kekuasaan.

Hal tersebut, kata Muannas, berbeda dengan eks Menko Perekonomian dan Kemaritiman Rizal Ramli.

“Jokowi terpilih 2 periode bisa jadi publik menilai selain bisa bekerja beliau memang tidak pernah berambisi jadi pemimpin. Beda ama Rizal Ramli,” katanya.

Tak hanya itu, ia pun mengomentari perihal Qodari yang membuat kegaduhan soal 3 periode di tengah pandemi.

“Pandemi belum usai, Qodari sudah ribut 2024, bikin gagasan sampah 3 periode. Polarisasi bukan karena paslon tapi politik identitas, hal yang memecah belah mestinya dihentikan mau siapapun paslonnya,” sebut Muannas.

Ia pun meyakini bahwa Qodari bukanlah pendukung setia Jokowi karena memiliki tujuan yang berbeda.

“Saya yakin betul si Qodari ini bukan pendukung Jokowi. Gagasannya soal wacana 3 periode sudah jelas ditolak sendiri oleh Jokowi, ambisi Qodari beda dengan ambisi Jokowi,” pungkasnya.

Bagikan