Pandemi Covid-19 Tak Menyurutkan Semangat Mahasiswa Polbangtan untuk Menyuluh dan Bertemu Petani

Pandemi Covid-19 Tak Menyurutkan Semangat Mahasiswa Polbangtan untuk Menyuluh dan Bertemu Petani

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Mahasiswa Polbangtan adalah salah satu insan muda pertanian yang menjadi tumpuan harapan bangsa. Mereka adalah generasi milenial yang diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian.

Jennifer, yang tercatat sebagai salah satu mahasiswa Polbangtan Gowa melakukan penyuluhan terhadap satu kelompok tani. Kegiatan pelaksanaan penyuluhan 1 dengan materi “Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Sistem  Vertikultur dari Pipa Paralon(PVC)” oleh Jeniver Juwita Sundalangie yang bertempat di rumah ketua kelompok tani Batu Bassi, Dusun Bontolabbu, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan pada hari Senin, 27 April 2020 pukul 10.30 WITA.

“Penyuluhan ini dilakukan guna menambah wawasan masyarakat dalam rangka pemeliharaan dan pertumbuhan hewan ternak dengan memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar masyarakat,” urai Jeniver. Ayudia menegaskan bahwa penyuluhan yang dilakukan tetap berjalan sesuai prosedur di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan penyuluhan ini di dampingi oleh Penyuluh Pertanian yang ada di Desa Jenetaesa yaitu Bapak Mashuri Ruhing Hasan S.ST.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dalam pelaksanaan tugas akhir yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa tingkat IV.

Penyuluhan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah petani yang ada ditempat tersebut telah mengetahui bagaimana cara untuk memanfaatkan lahan pekarangan seoptimal mungkin dengan menerapkan Teknik Vertikultur dari Pipa Paralon(PVC) sehingga diharapkan untuk kedepannya materi tentang inovasi baru ini dapat diterima dan di terapkan dengan baik oleh petani dan juga bisa bermanfaat bagi petani dan keluarganya.

Baca Juga

Respon dari parah petani terhadap materi penyuluhan yang telah disampaikan mendapat perhatian yang sangat baik, karena petani sangat antusias dan sangat tertarik untuk ingin segera menerapkan teknologi ini.

Menurut Ketua Kelompok Tani Batu Bassi bapak Abd. Hamid, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dirinya beserta keluarganya dan juga untuk parah anggota kelompoknya karena dengan adanya materi pemanfaatan lahan pekarangan dengan sistem vertikultur dari pipa paralon (PVC) ini untuk kedepannya diharapkan dapat memudahkan dan membantu parah petani untuk mendapatkan dan menghasilkan bahan pangan yang lebih sehat dan terjamin, serta dapat mengurangi biaya pengeluaran keluarga (jika nantinya semua bahan pangan sudah ada di pekarangan), dan juga dapat membuat lingkungan yang ada disekitar rumah pasti akan menjadi lebih indah dan juga yg terpenting dapat menambah pendapatannya karena jika biasanya menanam dilahan biasa dengan luas 1 meter hanya bisa ditanami oleh 5 tanaman saja, namun dengan menggunakan sistem vertikultur dari pipa paralon (PVC) ini lahan 1 meter dapat ditanami oleh 18-20 tanaman karena ditanam secara bertingkat.

Mengingat dalam situasi yang sedang gawat seperti ini tentang wabah virus covid-19 yang membatasi semua kegiatan masyarakat, khususnya untuk berpergian kemana-mana seperti untuk ke pasar berbelanja bahan pangan dan lain-lain, inilah yang diharapkan oleh petani yang ada ditempat tersebut semoga dengan adanya teknologi baru ini dapat membantu parah petani untuk bisa memenuhi kebutuhan gizinya beserta anggota keluarganya, serta bisa mensejahterakan hidupnya beserta dengan keluarganya.

Apa yang dilakukan Jeniver, sejalan dengan Strategi Sektor Pertanian saat ini dala menghadapi Covid 19, yakni Optimalisasi lahan dan pekarangan dengan tanaman pangan untuk kebutuhan rumah tangga. Di pertegas arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, (SYL) yang menyatakan bahwa peningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian perlu diprioritaskan. Petani-petani muda sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan pertanian.

Sejalan dengan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa regenerasi petani sudah sangat mendesak untuk dilakukan.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu, kita harus lakukan regenerasi petani kepada petani milenial dan petani andalan. Karena petani milenial dan petani andalanlah sebetulnya yang paling berperan sangat strategis di dalam pembangunan pertanian, ” tegas Dedi.
(MUZ).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.