Terkini.id, Gowa – 10 petani milenial asal sulsel telah menuntaskan rangkaian pelatihan Agribisnis Smart Farming di Pusat Pelatihan Manajemen kepemimpinan Pertanian (PPMKP) ciawi (26/02).
Setelah dibekali konsep agribisnis smart farming, para petani milenial ini akan mengimplementasikan konsep bisnis pertanian modern, pertanian cerdas dengan menggunakan teknologi pertanian berbasis IT serta IoT pada aktivitas pertaniannya.
“Yang terpenting adalah segera menerapkan ilmu smart farming dan kami akan mentransfer ilmu yang kami dapatkan ke pemuda daerah kami agar mereka jg menerapkan dilokasi masing-masing”, ujar Akmal salah satu peserta.
Akmal tercatat sebagai peserta yang pada akhir kegiatan menerima KUR sebesar 100jt. “Semoga dana ini bisa kami manfaatkan sebesar-besarnya untuk usaha kami” tambah Akmal.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah berkomitmen untuk mencetak 2,5 juta petani milenial. “Untuk itu Kementan mengembangkan kapasitas Petani Milenial dan mendorong mereka untuk terjun kedunia bisnis pertanian dengan fasilitas pinjaman tanpa agunan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR)”, ujarnya.
Sementara Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa Pelatihan Agribisnis Smart Farming adalah langkah konkrit Kementan dalam mencetak petani milenial. “Petani Indonesia pada umumnya masih rendah dalam memanfaatkan teknologi dan mengakses informasi, ditambah lagi dengan kurangnya minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian . Maka langkah konkret yang dilakukan antara lain dengan mengadakan Pelatihan Smart Farming Program YESS dan Millennial Agriculture Forum (MAF) bagi generasi milenial”. Tegasnya.
- Tingkatkan Kompetensi, Kementan Bekali Skill Financial Report Petani Muda Sulsel
- Ketua DPRD Sulsel Fasilitasi Petani Milenial Barru untuk Mengikuti Smart Farming
- Mentan Amran Lepas Ribuan Mahasiswa Polbangtan, Kawal Program Pertanian
- Wujudkan Swasembada Pangan melalui Pompanisasi, Kementan Bakal Libatkan Peran Petani Millenial
- Percepat Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian? Ini Program Yang ditawarkan Kementan
Lebih lanjut Dedi menyampaikan, Menteri Pertanian selalu berpesan bahwa “pembangunan pertanian ke depan akan semakin mengandalkan para petani muda dengan teknologi digital, terutama sebagai strategi untuk memperkuat produksi dan distribusi. Smart farming merupakan bagian dari berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang pertanian terutama di era internet dan sebagai solusi atas berkurangnya lahan pertanian”.
“Pemerintah pada saat ini memang sedang gencar menjadikan Pertanian sebagai sektor strategis yang dapat menyerap tenaga kerja, penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), sumber devisa, sumber bahan pangan, serta pendorong bergeraknya sektor-sektor ekonomi. Terlebih dikarenakan lesunya sektor lain disebabkan pandemic covid-19 yang belum juga usai”, tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
