Pandji Sebut FPI Merakyat Dibanding NU, Nikita Mirzani: Dia Temannya Anies Baswedan

Terkini.id, Jakarta – Artis kontroversial, Nikita Mirzani ikut mengomentari soal pernyataan Komedian Pandji Pragiwaksono yang menilai ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI) lebih merakyat dibanding Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Lewat unggahannya di Instagram Story, Kamis 21 Januari 2021, Nikita Mirzani terkait pernyataan Pandji tersebut mengungkapkan bahwa komedian itu memang merupakan teman dari Anies Baswedan.

“Panji temannya Anies Baswedan,” tulis Nikita Mirzani.

Baca Juga: Ngefans Berat, Nikita Mirzani Ingin Punya Anak dari Dimas Beck...

Sebelumnya, pegiat media sosial Eko Kuntadhi juga mengungkapkan hal yang sama dengan penilaian Nikita Mirzani terkait Pandji Pragiwaksono.

Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter, Rabu 20 Desember 2021, menyebut Pandji membela FPI lantaran aktor tersebut merupakan pendukung Anies Baswedan.

Baca Juga: Ferdinand: Firza Husein dan Nikita Mirzani Bikin Saraf ‘Si Imam’...

Menurut Eko, Pandji sebagai pendukung Anies Baswedan wajar membela FPI karena massa Anies kebanyakan berasal dari simpatisan FPI.

“Iya tahu. Pandji pendukung Anies. Dan masa Anies dari FPI. Makanya ia bela FPI,” cuit Eko Kuntadhi.

Namun, kata Eko, jika memang Pandji Pragiwaksono hendak membela FPI maka tak perlu sampai menyinggung dua ormas Islam terbesar di Indonesia NU dan Muhammadiyah.

Baca Juga: Dituding Pacari Suami Orang, Nikita Mirzani Emosi: Aku Bukan Pelakor

“Tapi membela FPI, sambil mengecilkan arti NU dan Muhamadiyah. Itu sih, kebablasan,” tuturnya.

Eko Kuntadhi juga membantah pernyataan Pandji yang menyebut NU dan Muhammadiyah tidak dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, ada ratusan pesantren di bawah NU dan ratusan sekolah yang didirikan oleh Muhammadiyah. Semuanya itu bersentuhan langsung dengan rakyat.

“Ada ratusan pesantren di bawah NU dan ratusan sekolah Muhamadiyah. Itu semua bersentuhan langsung dengan rakyat,” ungkap Eko Kuntadhi.

Diketahui, Pandji Pragiwaksono baru-baru ini menjadi sorotan publik lantaran pernyataannya yang membela FPI dan menyinggung NU serta Muhammadiyah.

Aktor sekaligus komedian itu menilai langkah pemerintah membubarkan FPI bukan langkah yang tepat. Sebab, kata Pandji, akan muncul para simpatisan FPI ini dengan bentukan ormas yang berbeda.

“Ngebubarin itu percuma, karena nanti akan ada yang lain lagi, Front Pejuang Islam atau lainnya. Ngebubarin percuma kayak nutup situs bokep, entar juga kebuka lagi gak ada ujungnya gitu,” ujar Pandji ketika berdiskusi secara virtual dengan dua mantan anggota FPI melalui kanal Youtube miliknya.

Pandji Pragiwaksono mengatakan bahwa di masyarakat ada banyak para simpatisan FPI, terlebih lagi di kalangan bawah.

Menurutnya, hal itu karena FPI selalu ada ketika masyarakat kalangan bawah meminta bantuan. Adapun pendapat tersebut, kata Pandji, ia dengar dari Sosiolog Tamrin Amal Tomagola.

“FPI itu dekat dengan masyarakat. Ini gue dengar dari Pak Thamrin Tomagola, dulu tahun 2012, kalau misalnya ada anak mau masuk di sebuah sekolah, kemudian gak bisa masuk, itu biasanya orang tuanya datangi FPI minta surat. Dibikinin surat ke FPI, dibawa ke sekolah, itu anak bisa masuk, terlepas dari isi surat itu menakutkan atau tidak, tapi nolong warga gitu,” ungkap Pandji.

Selain itu, Pandji Pragiwaksono juga menilai FPI terkenal dan disukai di masyarakat kalangan bawah karena para elit dari ormas Islam besar yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah jauh dari rakyat.

“FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhammadiyah) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik. Sementara FPI itu dekat. Kalau ada warga yang sakit mau berobat gak punya duit ke FPI, kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. Suratnya dibawa ke dokter jadi diterima,” ujarnya.

Bagikan