Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menanggapi soal epidemiolog, Pandu Riono yang membagikan foto-foto duka korban Covid-19.
Yusuf menilai bahwa Pandu memiliki motif untuk melengserkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di balik tindakannya membagikan foto-foto tersebut.
“To the point saja, terus setelah jualan foto-foto begini, kapan ente mau lengserkan Jokowi, juru wabah?” katanya melalui akun twitter yusuf_dumdum pada Minggu, 11 Juli 2021.
Sebelumnya, Pandu Riono mempertanyakan mengapa Presiden Jokowi lebih memilih menyelamatkan ekonomi daripada menyelamatkan nyawa selama pandemi ini.
“How and Why the Jokowi administration chose economics over saving lives during pandemic,” katanya melalui akun drpriono1.
- Sebut Omicron Masih Terkendali, Epidemiolog UI: Belum Meluas ke Komunitas!
- Tes PCR Rp 450 Ribu Dianggap Kemahalan, Pandu Riono: Bisa Ditekan Rp 150 Ribu
- Harga Tes PCR India hanya Rp96 Ribu, di Indonesia Rp450 Ribu, Pakar: Masih Kemahalan!
- Kritik Kebijakan Pasang Stiker Rumah Warga Belum Vaksin, Pakar: Itu Tidak Bijak dan Cerdas!
- Epidemiolog Sarankan PPKM Level 4 Dilanjutkan, Ini Alasannya
Ia membagikan pernyataannya itu bersama tiga foto duka beberapa korban Covid-19.

Ditelusuri Makassar Terkini, Pandu Priono memang kerap lantang mengkritik Presiden Jokowi terkait penanganan Covid-19.
Dalam cuitan terbarunya, ia meminta Presiden Jokowi untuk mengubah strategi penanganan Covid-19 agar pandemi bisa dikendalikan.
Salah satu yang ia sarankan, yakni Jokowi sebagai Presiden memimpin langsung penanganan Covid-19 ini.
“Pak Jokowi, pandemi Covid-19 di Indonesia tidak akan pernah bisa terkendali, bila strateginya tidak diubah,” kata Pandu.
“Bubarkan KPC-PEN, lalu Revitalisasi Sistem Pemerintahan yang fokus Pengendalian Pandemi yang dipimpin langsung oleh Presiden dan Komandan lapangannya Menkes Budi G Sadiki,” tambahnya.
Dalam cuitannya yang lain, Pandu juga beberapa kali mengkritik soal Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu yang disebut dapat membantu mempercepat pembentukan kekebalan komunal (herd immunity).
“Bilang aja jualan vaksin, gak usah bilang herd-immunity. Motivasi terselubung vaksin gotong-royong adalah jualan bukan untuk bantu kendalikan pandemi. Tak perlu dusta Kementerian BUMN,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
