Terkini.id, Jakarta – Pengamat Politik Dosen Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun turut menyoroti munculkan Partai Mahasiswa Indonesia (PMI) yang terdaftar di Kemekumham.
Di mana seperti yang diketahui bahwa selama ini untuk membuat partai politik dibutuhkan anggaran biaya yang besar.
Lantas dari itu, Ubedillah Badrun mencurigai adanya aktor lain di balik berdirinya PMI.
Patut diduga ada kemungkinan ada aktor lain di belakang berdirinya partai mahasiswa,” katanya.
Ia mengungkapkan, salah satu syarat mendirikan partai politik yakni mesti memiliki kantor di seluruh provinsi serta kabupaten dan kota. Sudah pasti biaya yang dibutuhkan cukup besar.
- Pilgub Sulsel 2024, Pengamat Politik Nilai Bro Rivai Figur Tepat Memimpin Sulawesi Selatan
- Pengamat Politik Sebut Taufan Pawe Layak Maju Pilgub Sulsel 2024
- Alasan Danny Pomanto Mundur dari NasDem, Pengamat Politik Sampaikan Ini
- Pengamat Politik: Ganjar dan Prabowo Tak Perlu Berebut Endorse Jokowi
- Pengamat Politik: Erick Thohir Layak Jadi Cawapres Unggulan Pemilu 2024!
“Kaya sekali jika mahasiswa punya partai dan punya kantor di semua provinsi dan kabupaten?! Dari mana kira-kira biayanya ya?” tutur Ubedillah.
Di sisi lain, Ubedillah juga menilai munculnya Partai Mahasiswa Indonesia berpotensi memecah belah. Dikutip dari Suara. Selasa, 26 April 2022.
Sehingga, patut diduga pula jika partai politik baru tersebut memang sengaja didirikan untuk memecah belah mahasiswa yang belakangan ini kerap mengkritik kebijakan pemerintah.
“Pada titik ini, keberadaan partai mahasiswa berpotensi tinggi memecah belah mahasiswa. Artinya, bisa saja sengaja dibuat untuk memecah konsentrasi mahasiswa yang sedang melawan pemerintah,” ungkapnya.
Selain dari itu, kemunculan secara tiba-tiba Partai Mahasiswa Indonesia ini membuat beberapa akun media sosial turut memberikan tanggapan.
Salah satunya pemilik akun Instagram @bangsamaha***.
“Eits, pas kawan-kawan lain sibuk menolak gagasan perpanjangan masa jabatan, wacana 3 periode, dan kenaikan harga-harga. Eh ada yang buat partai dengan mencatut nama Mahasiswa Indonesia nih guys,” tulis @bangsamaha***.
Selain sempat menemui Wiranto, @bangsamaha*** juga menyoroti sikap dari Ketua Umum Partai Mahasiswa Indonesia, Eko Pratama yang disebut pro terhadap Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Seperti diketahui, TWK pegawai KPK menuai polemik lantaran dinilai sebagai upaya menyingkirkan pegawai KPK yang berintegritas seperti Novel Baswedan.
“Kalo yang belum tau siapa di balik partai ini, yuk kenalan sama @eko_prat*** koordinator dari @bemnusoff*** yang kemarin-kemarin ketemu sama Wiranto dan tahun lalu bilang TWKWKWKWKWK itu sah dan nuduh @sahabaticw pemecah belah dan menerima dana nich,” ungkap akun @bangsamaha***.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
