Pasang Badan Bela Luhut, Tokoh NU Bilang Tuduhan Bisnis PCR Tak Ada Buktinya

Pasang Badan Bela Luhut, Tokoh NU Bilang Tuduhan Bisnis PCR Tak Ada Buktinya

R
Dzul Fiqram Nur
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaTokoh Muda NU, Ubaidillah Amin terlihat pasang badan membela Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan atas tudingan banyak pihak soal keterlibatannya dalam bisnis tes PCR.

Tokoh NU itu menegaskan bahwa tudingan kepada Luhut soal tes PCR itu merupakan disinformasi yang diterima oleh publik.

Ia tak memungkiri jika ada keterkaitan Luhut dengan bisnis PCR, lantaran namanya tercatat sebagai pemegang saham di salah satu perusahaan pada konsorsium perusahaan penyedia tes PCR.

“Sekalipun menurut sumber resmi bahwa saham Luhut dalam perusahaan tersebut adalah kecil dan kurang dari 10 persen, namun tuduhan keterlibatannya terus digaungkan oleh beberapa pihak,” ucap Ubaidillah dilansir Rmolid, Jumat, 5 November 2021.

Tokoh NU itu menilai, isu tersebut diduga dilakukan sebagai upaya mendelegitimasi kepercayaan publik atas keberhasilan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, ia meminta publik mencermati isu yang tersebar di media sosial.

Ia menegaskan bahwa sampai saat ini, tak ada bukti soal Luhut terlibat dalam bisnis tes PCR.

“Yang ada adalah tuduhan yang dihubungkan dan dipaksakan dengan tujuan untuk mendelegitimasi kepemimpinan Pak Luhut yang sukses dalam penanganan pandemi Covid-19 dan mendapatkan pujian dunia,” terangnya.

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa dalam dunia bisnis tidak semua pemilik saham terlibat dalam keputusan manajemen perusahaan.

Terlebih saham Luhut seperti yang diketahui publik bukanlah pemegang saham mayoritas.

“Keterlibatan itu hanya sangkaan kalau menurut saya, saham yang kecil dan kurang dari 10 persen pada PT. TBS dan sejauh ini tidak ada informasi tentang pembagian deviden saham,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.