Soal Vaksin Booster di 2022, Luhut: 100 Juta Orang Gratis, Lainnya Bayar!

Soal Vaksin Booster di 2022, Luhut: 100 Juta Orang Gratis, Lainnya Bayar!

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Soal vaksin booster di 2022, Luhut: 100 juta orang gratis, lainnya bayar! Masih merebaknya virus corona yang hingga kini masih menjadi pandemi di seantero dunia, memaksa berbagai pihak untuk berusaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19, paling tidak meredamnya agar tidak menular lebih jauh.

Untuk itulah, pemerintah Indonesia berusaha menyuntikkan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster kepada masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga itu akan berjalan paralel di semua provinsi Tanah Air mulai Januari 2022.

Ia memastikan, tidak ada wilayah tertentu yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan program pemerintah itu.

“Nggak ada provinsi (prioritas), langsung paralel semuanya,” tegas Luhut usai membuka Health Business Gathering 2021 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat 3 Desember 2021.

Vaksin Covid-19 penguat itu sendiri, sebut Luhut, akan diperoleh sebagian masyarakat Indonesia secara gratis dan sebagian lagi berbayar.

Baca Juga

“Rakyat kita kelas bawah tidak bayar atau gratis, itu kira-kira 100 juta orang. Yang lainnya bayar. (Kalau) saya (sendiri) pasti bayarlah,” imbuhnya.

Lantas, berapa harga vaksin penguat yang berbayar tersebut? Luhut menyatakan, saat ini harga pasti untuk vaksin booster berbayar masih dihitung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “

“Semuanya dianjurkan, diwajibkan untuk mendapatkan booster atau suntik ketiga,” katanya.

Merespons pernyataan Luhut itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan kisaran harga vaksin booster berbayar di bawah Rp 300 ribu.

“Mulainya (sasaran vaksinasi), tapi (seperti kata) Pak Luhut ya, dari umur-umur Pak Luhut,” jelas Budi Gunadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya mengungkapkan jika dilihat dari skemanya, vaksin Covid-19 penguat diharapkan biayanya secara mandiri dari masyarakat.

“Kecuali penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan, itu artinya berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu. Rencananya seperti itu, nanti kami kan lihat juknisnya lagi. Juknisnya belum keluar, kok,” beber Suarjaya.

Ia menjelaskan, setelah ada petunjuk teknis (juknis) soal vaksin booster tersebut, baru diketahui di antaranya soal daerah atau kelompok masyarakat mana yang diprioritaskan untuk dapat vaksin gratis dan sebaliknya.

Sebelumnya, Luhut menyatakan vaksin booster tengah dipersiapkan juga untuk menghadapi ancaman gelombang ketiga pandemi akibat munculnya varian Covid-19 Omicron.

“Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan (2022),” imbuh Luhut dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 1 Desember 2021.

Vaksin booster ditujukan bagi warga lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan. Pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19 secara masif sejak varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada akhir November 2021 lalu.

Selain menyiapkan vaksin dosis ketiga, Luhut menegaskan pejabat negara dilarang bepergian ke luar negeri untuk mencegah masuknya varian Omicron. Larangan terhadap pejabat negara berlaku terhadap seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Sementara itu, untuk masyarakat pembatasan perjalanan ke luar negeri masih bersifat imbauan. Luhut mewanti-wanti masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu hingga situasi penanganan wabah terkendali.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.