PDIP Bebankan Biaya Survei ke Kandidat Pilwalkot Makassar

PDIP Bebankan Biaya Survei ke Kandidat Pilwalkot Makassar

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini.id — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Makassar akan membebankan biaya survei kepada bakal calon walikota dan wakil walikota yang mendaftar di PDIP.

Ketua Tim Penjaringan PDIP Makassar, Raisul Jais mengatakan, barometer PDIP dalam menentukan usungan PDIP di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2020 mendatang, tentunya harus berdasarkan hasil survei.

Bahkan partai besutan Megawati Soekarnoputeri ini akan melakukan survei sebanyak tiga kali.

“Kami di PDIP menerapkan pola gotong royong, jadi biaya survei ditanggung bersama oleh seluruh kandidat yang mendaftar di PDIP,” kata Raisul Jais di Kantor PDIP Makassar, Kamis 5 September 2019.

Ia menambahkan, PDIP memiliki pengalaman buruk pada Pilwalkot 2018 lalu, dimana usungannya yakni, Appi-Cicu kalah oleh kolom kosong. Olehnya itu, hasil survei menjadi barometer partai dalam hal menentukan usungannya pada Pilwalkot Makassar 2020 mendatang.

Baca Juga

“PDIP akan lebih hati-hati dalam menentukan usungan di Pilwalkot,” ujarnya.

Selain itu, Raisul juga menegaskan bahwa PDIP tidak menerapkan mahar politik.

Partai berlogo moncong putih itu telah membuka pendaftaran calon usungan PDIP di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar 2020, sejak 1-14 September 2019.

Formulir pendaftaran dapat diambil di Kantor DPC PDIP Sulsel, Jalan Serigala Makassar. Sejak dibuka pendaftaran, Mantan Calon Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjadi pendaftar pertama di PDIP.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.