PDIP Sindir PKB Soal Bupati Nganjuk Kena OTT: Setelah Ada Masalah, Kok Tidak Diakui

Terkini.id, Surabaya – Sekretaris PKB Jatim, Anik Maslachah menegaskan bahwa Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah kader apalagi pengurus partainya.

Seperti diketahui, Novi terjaring OTT KPK dalam kasus dugaan jual beli jabatan pada Minggu malam, 9 Mei 2021.

Aniek mengakui bahwa Novi memang pernah ingin menjadi pengurus PKB setelah resmi menjabat sebagai Bupati Nganjuk. 

Baca Juga: PDIP Kritik Jokowi, Rocky Gerung: Begitu Rezim Turun Ada Harapan

“Namun, setelah kita tracing, dia lebih memilih ke partai lain, dalam hal ini ke PDIP,” kata Anik pada Senin, 10 Mei 2021, dilansir dari VIVA.

Oleh sebab itu, Anik menegaskan bahwa partainya tidak akan memberikan pendampingan hukum kepada Novi dalam kasus yang membelitnya di KPK.

Baca Juga: Bongkar Rencana Politikus PDIP Kudeta Orang Istana, Andi Arief: Dia...

Bukan hanya itu, PKB juga tidak akan memberikan pendampingan dalam kapasitas Novi sebagai sosok yang diusung PKB di Pilkada 2018. 

“Karena yang dilakukannya jelas salah,” ujar Anik.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono menyindir bahwa PKB tidak mengakui Novi Rahman Hidayat setelah saat ini terkena masalah

Baca Juga: Baguna PDIP Sulsel Siapkan Paket Makanan Bagi Warga Yang Lakukan...

Deni mengatakan bahwa informasi mengenai posisi Novi Rahman di PKB telah tersebar luas. 

“Sudah beredar luas di berita, diumumkan oleh Sekretaris DPW PKB Jatim sendiri seusai Muswil PKB Januari 2021, dan bahkan sudah ada di wikipedia. Sekarang giliran Pak Novi sedang ada masalah, kok tidak diakui. Jejak digital tidak bisa bohong,” kata Deni kepada pada Senin, 10 Mei 2021, dilansir dari VIVA.co.id.

Deni lalu menjelaskan bahwa pada Pilkada 2018 lalu, Novi maju sebagai calon Bupati Nganjuk berpasangan dengan kader PDIP sebagai wakilnya yakni Marhaen Djumadi.

Pasangan itu diusung oleh tiga partai, di antaranya PDIP dan PKB. Novi saat itu berlatarbelakang pengusaha, bukan politikus, bukan pula kader partai pengusung.

Deni lalu menyinggung bahwa Novi telah diumumkan sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jatim sejak Januari 2021 lalu.

”PDI Perjuangan tidak pernah menyatakan Pak Novi sebagai kader. Kan, PKB sudah mengumumkan sejak Januari 2021 bahwa Pak Novi adalah Wakil Ketua DPW PKB Jatim. Ketika partai lain sudah memasukkan seseorang itu sebagai pengurus, ya, tentu tidak mungkin masuk ke PDI Perjuangan,” ujar Deni.

Bagikan