Pedro Matos yang Lolos dari Pelukan PSM Makassar

Pedro Matos yang Lolos dari Pelukan PSM Makassar

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar Laga pekan ketiga Super League 2025/26 antara Semen Padang dan PSM Makassar, Jumat malam, bukan hanya soal perebutan tiga poin. Ada cerita lain yang ikut menyalakan tensi pertandingan: kemunculan Pedro Matos, gelandang muda asal Portugal yang nyaris berseragam Pasukan Ramang.

Pelatih PSM, Bernardo Tavares, tidak menutupinya. Ia terang-terangan mengaku sempat memburu tanda tangan Pedro sebelum musim ini dimulai.

“Saya cukup kaget, karena sebelumnya Pedro adalah target saya. Tapi dia akhirnya memilih Semen Padang,” ujar Bernardo.

Pedro memang bukan nama asing bagi pelatih asal Portugal itu. Rekam jejak sang gelandang, 24 tahun, cukup meyakinkan. Berpostur 175 sentimeter, Pedro meniti karier di negaranya sejak usia belia. Musim lalu ia membela AD Sanjoanense di Liga 3 Portugal. Dalam 18 penampilan, ia menyumbang dua gol dan empat assist—kontribusi penting yang menjaga klub tersebut tetap bertahan di kompetisi.

Sebelumnya, Pedro pernah memperkuat SC Praiense dan mencatat debut profesional di ajang Piala Portugal.

Baca Juga

Bagi Semen Padang, rekam jejak itu sudah cukup untuk menjadikannya salah satu rekrutan vital. Manajemen Kabau Sirah bergerak cepat, mengunci kesepakatan sebelum klub lain sempat masuk lebih jauh. Harapannya, Pedro tak hanya memperkuat lini tengah, tapi juga memberi warna baru bagi permainan Semen Padang yang baru saja kembali ke kasta tertinggi.

Di kubu PSM, kegagalan mendapatkan Pedro memaksa Bernardo mencari jalan lain. Ia lalu mendatangkan trio Brasil: Alex Tanque, Savio Roberto, dan Lucas Dias Serafim. Tiga pemain itu kini jadi poros serangan Pasukan Ramang di kompetisi. “Kami harus segera beradaptasi dengan pemain yang ada,” kata Bernardo.

Meski demikian, jelang bentrokan di Stadion Haji Agus Salim, perhatian Bernardo masih tertuju pada sosok Pedro. “Pedro adalah pemain dengan kualitas bagus. Saya paham betul karakter permainannya, dan itulah yang dulu saya cari untuk PSM,” tuturnya.

Situasi ini membuat pertandingan nanti diperkirakan lebih panas. Bagi PSM, Pedro yang hampir bergabung kini justru berdiri di seberang, siap menyulitkan langkah mereka. Bagi Pedro sendiri, laga melawan tim yang dulu pernah menginginkannya bisa menjadi ajang pembuktian.

Pertemuan Semen Padang dan PSM malam nanti tak lagi sekadar duel dua tim lama di kancah nasional. Di dalamnya terselip drama perekrutan yang tak jadi, keputusan cepat manajemen, dan sedikit rasa penyesalan dari kubu lawan. Semua itu menambah bumbu dalam persaingan yang sudah sejak lama penuh gengsi. (*)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.