Terkini.id, Jakarta – Pada unggahan twitter pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyebut anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon sengaja mendanai gerakan teroris.
Sebab, menurut Eko, Hilal Ahmar Society yang penanggungjawab dokter Sunardi, tersangka teroris yang ditembak mati Densus 88 beberapa hari lalu telah dinyatakan sebaagai organisasi teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Maret 2015 dan Eko menyebut Fadli Zon menyumbang Hilal Ahnar pada Mei 2015.
“Menurut informasi, Hilal Ahmar dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh PBB pada Maret 2015. Sementara Fadli Zon menyumbang Hilal Ahnar pada Mei 2015,” tulisnya di akun twitte @_ekokuntadhi.

Eko menilai, tidak mungkin Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua DPR tidak mengetahui informasi tersebut.
“Sebagai Wakil Ketua DPR, gak mungkin Fadli gak tahu informasi itu. Jadi, Fadli memang sengaja mendanai gerakan teroris,” tambanhya.
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
Sebagai informasi, pada 29 Juni 2020, Farid Okbah pernah diterima Presiden Joko Widodo di Istana. Namun, Farid Okbah ditangkap oleh Densus 88 sebagai terduga teroris pada 16 November 202.
Kemudian Fadli memberikan klarifikasi terhadap tudingan dari pendengung yang mengaitkan dirinya dengan terduga teroris.
Pria kelahiran Jakarta itu menerangkan ketika foto diambil, dirinya menjabat Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada 2014-2019.
Fadli mengaku sebagai pimpinan DPR, hampir setiap hari menerima berbagai delegasi hingga puluhan orang.
Menurut dia, delegasi masyarakat yang diterimanya mewakili berbagai spektrum golongan dan kepentingan, baik untuk keperluan audiensi, penerimaan pengaduan, maupun courtesy call.
“Sebagai wakil rakyat, saya selalu bersikap terbuka terhadap seluruh anggota masyarakat, apa pun suku, ras, agama, serta afiliasi politiknya. Itu adalah bagian dari tugas representasi saya sebagai anggota DPR RI,” tutur dia sebagaimana dilansir dari Jpnncom. Rabu, 16 Maret 2022.
Alumnus Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu menuturkan ada rekan sesama pimpinan DPR Fahri Hamzah, ketika foto diambil pada 28 Mei 2015.
Fadli dan Fahri ketika itu menerima permintaan delegasi kemanusiaan dari Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) yang dipimpin oleh Ustaz Bachtiar Nasir (UBN)
FIPS, kata Fadli, kala itu menyampaikan perkembangan situasi pengungsi Suriah di perbatasan Turki yang membutuhkan bantuan dari masyarakat Indonesia.
“Mereka menggalang dana untuk rumah sakit darurat, makanan, serta pakaian bagi pengungsi korban perang,” terangnya.
Perwakilan delegasi dari FIPS yang dipimpin Bachtiar Nasir lantas meminta Fadli dan Fahri, sebagai representasi pimpinan wakil rakyat, untuk secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan tersebut kepada FIPS.
“Penyerahan bantuan simbolis ini diabadikan oleh para wartawan yang hadir,” tutur Fadli.
Legislator Daerah Pemilihan V Jawa Barat itu menekankan dana sebesar USD 20 ribu yang diserahkan kepada FIPS, sebenarnya dikumpulkan oleh lembaga tersebut dari masyarakat Indonesia.
“Bukan sumbangan pribadi saya atau Saudara Fahri Hamzah,” tutur Fadli.
Fadli mengaku bersama Fahri hanya mengenal tiga dari puluhan delegasi FIPS yang datang menemuinya pada 28 Mei 2015.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
