Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengomentari pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebut penangkapan Munarman sebagai bentuk Islamophobia.
Terkait hal itu, Eko Kuntadhi balik mempertanyakan kepada MUI apakah menangkap Munarman sama artinya dengan anti Islam.
Apabila sama, kata Eko, maka Munarman bisa dianggap sederajat dengan agama.
“Menangkap Munarman artinya anti Islam? Jadi Munarman dianggap sederajat dengan agama?,” tanya Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter, Jumat 30 April 2021.
Lantaran hal itu, ia pun meminta agar MUI sebaiknya mengganti nama menjadi MUM yakni Majelis Ulama Munarman.
- Rizal Afif Ngaku Dibayar Rp7 Juta demi Membela Munarman, Kini Tak Diakui Habib Bahar sebagai Murid
- Terbukti Bukan Teroris! Munarman Tetap Divonis Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Luhut: Apa Aparat Berani Tangkap?
- Protes Vonis 10 Tahun M Kace, DS: Munarman yang Jelas-Jelas Provokasi Orang untuk Bom Bunuh Diri Divonis Cuma 3 Tahun
- Denny Siregar: Si Kace Divonis 10 Tahun, Munarman Jelas-Jelas Provokasi Cuman 3 Tahun, Pak Hakim!
- Mantan Sekretaris Umum FPI Diganjar Hukuman 3 Tahun Penjara Dalam Kasus Tindak Pidana Terorisme
“Woyyy. Ganti nama dong, jadi MUM. Majelis Ulama Munarman!,” ujar Eko Kuntadhi.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengomentari penangkapan eks pentolan FPI Munarman.
Kepada redaksi Panjimas pada Rabu kemarin, 28 April 2021, Muhyiddin mengungkapkan penangkapan terhadap Munarman tersebut merupakan bentuk Islamophobia.
Menurutnya, tujuan Islamophobia terkait penangkapan Munarman itu yakni untuk menciptakan ketakutan dan anti Islam.
“Jelas sekali penangkapan itu adalah bentuk baru dari gerakan Islam phobia yang tujuan utamanya adalah menciptakan ketakutan, kekhawatiran yang berlebihan dan anti Islam,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
