Pelaku Penembakan Shinzo Abe Tidak Melarikan Diri

Pelaku Penembakan Shinzo Abe Tidak Melarikan Diri

R
Fahri Setiadi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pelaku penembakan pada mantan PM Jepang Shinzo Abe diberitakan tidak melarikan diri usai melakukan aksinya tersebut, Jumat 8 Juli 2022.

Diberitakan bahwa Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, pingsan usai ditembak pada sebuah acara, kota Nara.

Abe diketahui ditembak sebanyak dua kali, yang mana tembakan kedua tersebut mengenai punggungnya. Tembakan itu menyebabkan dirinya jatuh ke tanah.

Beberapa laporan media massa telah menyebut bahwa orang yang menembaknya itu sudah ditangkap oleh kepolisian.

Di samping itu, Mantan Gubernur Tokyo, Yoichi Masuzoe, menyebut bahwa Abe berada pada keadaan telah ‘henti jantung’. Istilah tersebut sering dipakai sebelum kematian dengan resmi dikonfirmasi pada Negara Jepang.

Baca Juga

Ketika ditembak, Abe sementara memberikan pidato buat seorang kandidat pada pejabat lokal di Nara itu.

Sejumlah saksi mata menyebut melihat seorang pria yang melepaskan tembakan dengan senjata api dari belakang Abe tersebut, menurut dari koresponden BBC yang ada di Jepang, Rupert Wingfield-Hayes.

Tembakan pertama nampaknya meleset dan belum mengenai Abe. Akan tetapi, tembakan kedua mampu mengenai punggung Abe hingga membuatnya jatuh ke tanah dan juga mengeluarkan darah.

Di samping itu, aparat keamanan juga kemudian menahan si pelaku penembakan tersebut yang tak berusaha buat melarikan diri usai mantan PM Jepang ditembak.

Kantor berita NHK juga melaporkan bahwa polisi telah menyita senjata dan juga telah mengidentifikasi identitas dari pelaku.

Shinzo Abe adalah perdana menteri terlama yang ada di Jepang, Ia mengundurkan diri saat tahun 2020 dengan alasan pada kesehatan. Abe juga kemudian mengatakan bahwa Ia telah menderita penyakit pada usus kolitis ulseratif kambuhan tersebut.

Usai mundur, Abe telah digantikan dari sekutu dekatnya yakni Yoshihide Suga, yang juga kemudian digantikan dari Fumio Kishida.

Dikabarkan bahwa insiden kekerasan senjata tersebut jarang terjadi di Jepang, negara yang mana melarang kepemilikan senjata api itu. Insiden pada kekerasan politik juga hampir tidak pernah terdengar kabarnya.

Di tahun 2014, hanya terdapat enam insiden kematian senjata yang ada di Jepang, daripada 33.599 kasus yang ada di Amerika Serikat.

Untuk setiap orang perlu menjalani pemeriksaan ketat dan juga tes kesehatan mental ketika mau membeli senjata api itu. Yang diizinkan juga hanya senapan gentel atau senapan angin dilansir dari detiknews.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.