Pelatihan Dasar CPNS Lutra Resmi Ditutup, 74 Peserta Dinyatakan Lulus

Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kabupaten Luwu Utara Angkatan XI dan XII resmi ditutup Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP), Jumat 23 Agustus 2019 malam, di Aula Pertemuan Kantor BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar.

Terkini.id,Lutra – Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kabupaten Luwu Utara Angkatan XI dan XII resmi ditutup Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani (IDP), Jumat 23 Agustus 2019 malam, di Aula Pertemuan Kantor BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar.

Sebanyak 74 peserta Latsar CPNS Kabupaten Luwu Utara dinyatakan lulus setelah melewatinya selama kurang lebih dua bulan, dengan rincian 10 orang lulus dengan sangat memuaskan, 50 orang memuaskan, dan 14 orang cukup memuaskan.

Bupati Indah Putri Indriani dalam sambutannya saat menutup Latsar CPNS mengucapkan terima kasih kepada BPSDM Provinsi Sulsel atas terselenggaranya Latsar CPNS ini. “Latsar ini kita lakukan dalam rangka memperkuat potensi SDM CPNS kita,” kata IDP.

Dengan berakhirnya Latsar ini, IDP meminta kepada seluruh peserta agar dapat mengimplementasikan segala ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan. “Saya harap semuanya dapat bekerja secara optimal memberikan pelayanan terbaik,” harapnya.

Bupati kelahiran 1977 ini berharap agar CPNS yang telah ikut latsar dapat tampil sebagai pembicara sekaligus pendengar yang baik. “Pembelajaran sesungguhnya ketika kita ada di lapangan. Untuk itu, jadilah pengelola informasi untuk memecahkan solusi,” imbuhnya.

“Jangan lupa ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan Latsar dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),” tandas IDP. Sementara Kepala BKPSDM, Nursalim, menyebutkan pelaksanaan Latsar berlangsung tertib dan efektif.

“Selama Latsar, ada 18 hari pembelajaran di kelas. Ini kita lakukan dalam rangka mengukur dan evaluasi kinerja, sikap, perilaku, akademik, dan aktualisasi,” kata Nursalim. Di tempat yang sama, Kepala BPSDM Sulsel Imran Jauzi, menyebutkan 74 CPNS adalah harapan negara.

“Kalian adalah amunisi baru yang harus memberi pelayanan yang baik. Untuk itu, tidak ada alasan lagi masyarakat tidak terlayani dengan baik,” tegasnya, seraya menambahkan ASN harus memiliki 5 agenda, yakni intelektual, sosial, fisik, finansial, dan spiritual.

Berita Terkait
Komentar
Terkini