Terkini.id, Makassar – Apa alasan pemadaman listrik yang sempat terjadi dalam beberapa terakhir di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.
Apalagi, daerah ini merupakan daerah yang surplus listrik. Selain itu, seperti diketahui, ada beberapa pembangkit listrik yang telah dibangun di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, dan semua pembangkit sudah masuk dalam jaringan interkoneksi infrastruktur listrik Sulawesi.
Pertanyaan ini sempat disampaikan oleh Wali Kota Makassar, Danny Pomanto. Menurut dia, belum ada penjelasan yang lengkap mengapa terjadi pemadaman hingga sekitar 3 jam setiap hari, dan selama paling tidak satu minggu di wilayah Sulawesi.
Untuk diketahui, ada beberapa pembangkit yang telah diresmikan di Sulawesi. Misalnya, PLTA Poso yang dibangun PT Poso Energy, anak usaha Kalla Group. Pembangkit ini berkapasitas 515 MW dan mulai beroperasi sejak Februari 2023.
Selain itu, dalam 4 tahun terakhir sudah beroperasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto.
- Pemadaman Listrik di Makassar dan Gowa, PLN Sebut PLTU Sedang Pemeliharaan
- Pemadaman Listrik Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Makassar Utara Hari Senin 11 Desember 2023
- Pemadaman Listrik di Mamuju dan Sekitarnya Jumat 1 Desember, Cek Jadwalnya
- Anda Terdampak Pemadaman? Ayo Cek Kompensasi Bagi Pelanggan PLN Sulselrabar di Sini!
- Pasokan Listrik di Sulsel Belum Stabil, GM PLN Sulselbar Jamin Tidak Ada Pemadaman Malam
Menjadi pertanyaan Danny Pomanto, pemadaman listrik dilakukan karena adanya pemeliharaan dan berlangsung berhari-hari tidak masuk akal. Dengan interkoneksi dan kapasitas pembangkit yang besar, seharusnya tidak perlu dilakukan pemadaman.
“Ini betul-betul tidak masuk akal. Apalagi ini kota, mestinya kota tidak boleh ada pemadaman kayak begini, ini seperti jaman dulu,” terang Danny Pomanto beberapa waktu lalu.
Danny mengaku belum bisa menerima alasan PLN terkait pemeliharaan jaringan tersebut.
“Katanya surplus karena ada tenaga bayu, tenaga dari Poso dan Bakaru, terus kenapa terjadi? Saya belum bisa menerima alasan itu,” terang Danny.
Danny menjelaskan, akibat pemadaman listrik bergilir ini dirinya mendapat banyak aduan dari masyarakat. Banyak yang rugi akibat pemadaman, dan dia khawatir mengganggu rantai pasok dan produksi barang, hignga berimbas pada kenaikan harga atau inflasi.
Anggota DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi juga sebelumnya menyampaikan pertanyaan terkait pemadaman listrik tersebut. Pihaknya pun mengagendakan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PLN untuk mengetahui lebih jelas alasan pemadaman.
Sejauh ini, pihak PLN memang belum menyampaikan detail penyebab pemadaman. Melalui keterangan resmi, PLN cuma beralasan dilakukan pemeliharaan jaringan. Disebutkan juga, bahwa debit air di PLTA yang kurang maksimal membuat suplai listrik berkurang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
