Terkini.id, Makassar – Nasib tenaga honorer belum menemui titik terang setelah pemerintah pusat memastikan tak ada lagi tenaga honorer pada 2023 mendatang.
Randi (bukan nama sebenarnya) seorang tenaga honorer Pemerintah Kota Makassar mengaku cemas dengan status pekerjaannya ke depan.
“Yang lulus PNS juga saya liat tiap tahunnya cuma sedikit, kalau seperti ini terus saya pesimis bisa selesai di 2023,” tuturnya.
Terlebih, kata dia, tahun ini tak ada penerimaan CPNS itu dan pada tahun 2023 tenaga honorer di hapuskan.
“Bagaimana nasib kita nanti,” tanyanya.
Ia pun berharap, penerimaan PPPK nantinya dilihat dari masa pengabdian dan kinerjanya selama menjadi honorer di Pemkot Makassar.
Sementara, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku punya banyak pertanyaan ihwal kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang bakal menghapus tenaga honorer pada 2023 mendatang.
“Ini juga jadi pertanyaan saya. Bagaimana pemenuhan 12 ribu pegawai dari total kebutuhan 22 ribu. Karena PNS cuma 10 ribu. Bagaimana sekolah kalau tidak ada guru honorer? Bagaimana layanan kesehatan kalau tidak ada nakes honor. Tapi pasti nanti semua ada solusinya,” kata Danny Pomanto.
Menurut Danny, pemerintah kota masih membutuhkan keberadaan tenaga honorer, namun solusi terbaik diberikan pemerintah pusat yakni dengan PPPK.
Ia mengatakan pemerintah kota akan mengikuti segala peraturan yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat. Termasuk penghapusan honorer.
Ihwal aturan penerimaan PPPK, Danny mengaku belum tahu. Pasalnya, belum ada instruksi lebih lanjut dari Pemerintah pusat.
“Dites atau tidak, nanti kita lihat aturannya. Kan belum ada aturannya, baru wacana,” tuturnya.
Danny menyebut membutuhkan sekitar kurang lebih 12 ribu pegawai kontrak, sementara dari analisis, Pemkot Makassar membutuhkan setidaknya 22 ribu orang ASN.
“PNS cuma 10 ribu, tiap tahun ada pensiun 400 orang, bayangkan kecepatan penyusutannya maka dari itu kita butuhkan 2 ribu non PNS. 22 ribu maksimal,” jelasnya
Danny meminta penerimaan seleksi Laskar Pelangi yang bakal diumumkan dalam waktu dekat ini betul-betul selektif dan profesional. Pasalnya, mereka (Laskar Pelangi) besar kemungkinan akan berlanjut ke PPPK.
“Tapi bagaimana solusinya orang tidak terpilih, itu juga yang harus dipikirkan. Saya lagi cari jalan keluarnya supaya semua bisa dapat kesempatan. Kecuali dia tidak manfaatkan dengan baik,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
