Doktrin Mahasiswa Lawan Jokowi, Pembicara Disebut Agen CIA: Jangan Tunggu Ratu Adil Datang

Doktrin Mahasiswa Lawan Jokowi, Pembicara Disebut Agen CIA: Jangan Tunggu Ratu Adil Datang

FD
R
Fachri Djaman
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pembicara disebut sebagai agen CIA mendoktrin mahasiswa untuk melawan pemerintahan Presiden Jokowi, viral di media sosial.

Video pembicara disebut sebagai agen CIA itu viral usai diunggah pengguna Twitter Maya83206301, seperti dilihat pada Rabu 27 April 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut pembicara yang merupakan pria asing tersebut berusaha memecah belah anak bangsa.

“Nyari duit sampe segitunya si bule memecah belah anak bangsa .. Miriiis ..!!!,” cuit netizen Maya83206301.

Dilihat dari video itu, tampak narasi bertuliskan meminta para pendukung Jokowi untuk memviralkan video agen CIA mendoktrin mahasiswa untuk melawan Jokowi tersebut.

“Bantu Viralkan Projo. Agen CIA yang mendoktrin mahasiswa untuk berdemo dan melawan Pemerintah RI,” demikian narasi tertulis dalam video itu.

Doktrin Mahasiswa Lawan Jokowi, Pembicara Disebut Agen CIA: Jangan Tunggu Ratu Adil Datang

Sementara pada cuplikan video tersebut, tampak seorang pria asing tengah berbicara di hadapan sejumlah mahasiswa.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk melawan pemerintahan oligarki dan mendukung pemerintah yang pro terhadap rakyat biasa.

“Jangan oligarkis, yang pro rakyat biasa. How to do it? Jangan tunggu, ini tidak akan jatuh dari langit,” ujar pembicara asing itu.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh menunggu datangnya ‘Ratu Adil’ untuk menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia.

“Sorry, sering kali orang Indonesia menunggu Ratu Adil akan datang, semua akan beres. Maaf, itu sikap yang malas sekali,” tuturnya.

Lebih lanjut, pria asing itu menyebut Indonesia bisa merdeka lantaran berjuang. Namun, sejak merdeka ratusan tahun lalu Indonesia tetap dikuasai kolonial lantaran tak lagi berjuang.

“Mengapa Indonesia merdeka? Karena berjuang. Dan selama ratusan tahun tidak berjuang jadi tetap kolonial,” ungkapnya.

Pembicara yang disebut sebagai agen CIA itu pun kemudian menyinggung soal sosok Presiden Jokowi dimana menurutnya mantan wali kota Solo itu masuk dalam lingkaran oligarki.

“Sebenarnya Jokowi its not bad person (bukan orang buruk), saya tidak menilai dia jahat, jelek, tidak. Tapi dia pegang posisi presiden di antara oligarki yang jauh lebih kuat daripada dia. He want yo survive (dia ingin selamat),” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.