Fadjroel Tegaskan ke BEM UI Bahwa Presiden Jokowi Telah Mati-matian Hadirkan Demokrasi
Terkini.id, Jakarta – Jubir Presiden Fadjroel Rachman menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mati-matian menghadirkan demokrasi.
Hal tersebut disampaikan untuk merespons kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.
Lebih lanjut Fadjroel menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah menjamin hak asasi, termasuk kebebasan berpendapat. Menurutnya, Jokowi berkomitmen untuk melaksanakan tugas itu.
“Presiden Joko Widodo berupaya mati-matian lah supaya memang demokrasi itu ada,” kata Fadjroel dalam siaran di kanal Youtube Karni Ilyas Club, Minggu 4 Oktober 2021.
Selanjutnya, Fadjroel juga menyampaikan bahwa Jokowi punya cita-cita tersendiri soal demokrasi. Dia menyebut Jokowi ingin menyelaraskan demokrasi dengan kesejahteraan.
Dia menyebut beberapa negara berhasil menghadirkan kesejahteraan, tapi meninggalkan demokrasi. Fadjroel menyampaikan Jokowi tak mau hal itu terjadi di Indonesia.
“Presiden tantangan terbesarnya ini sampai tahun 2024. Keinginan kita adalah ini (demokrasi dan kesejahteraan) bisa paralel. Ini memang tantangannya besar sekali,” tutur Fadjroel dilansir dari CNN Indonesia.
Selanjutnya, Fadjroel juga merasa bahwa Jokowi telah membuktikan komitmennya terhadap demokrasi dalam beberapa waktu terakhir. Misalnya, dengan menegur Kapolri usai aksi represif kepolisian terhadap peserta demonstrasi.
Selain itu, Jokowi juga turun langsung dalam kasus dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Saiful Mahdi. Jokowi memberi amnesti kepada akademisi yang terjerat UU ITE itu.
“Berupaya Presiden Joko Widodo untuk melakukan, melindungi hak untuk melakukan berkumpul, berpendapat, menyampaikan pikiran secara lisan dan tulisan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
