Pemerintah Bagikan Rp 15,24 Triliun ke 12,7 Juta Pelaku Usaha Mikro

Pemerintah Bagikan Rp 15,24 Triliun ke 12,7 Juta Pelaku Usaha Mikro

Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta- Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk penanggulangan ekonomi nasional. Pemerintah berharap, dengan adanya program ini mampu mejadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.

“Untuk itu dukungan dan bantuan seluruh stakeholder sangat diharapkan agar program BPUM 2021 berjalan secara akuntabel dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan mampu mempertahankan Usaha,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Eddy Satriya.

Eddy menjelaskan, bahwa selama Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 ini tidka dapat dipungkiri pertumbuhan perekonomian mengalami tantangan yang cukup serius.

Angka kemiskinan semakin meningkat, begitupun dengan julah pengangguran akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Begitupun dengan dunia usaha terutama Koperasi dan ,7UMKM mengalami dampak yang berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan. Karena itulah BPUM diluncurkan, sejak 2020 dan berlanjut pada 2021 ini.

Baca Juga

Secara rinci, Eddy menjelaskan bahwa BPUM 2021 ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama telah terealisasi 100 persen pada bulan Juli 2021 kepada 9,8 Juta Pelaku Usaha Mikro dengan total anggaran sebesar Rp11,76 triliun.

Selanjutnya untuk tahap 2 ini, terhitung sampai bulan September 2021 telah terealisasi sebesar Rp3,4 triliun untuk 2,9 juta Pelaku Usaha Mikro.

Sehingga total realisasi BPUM 2021 sampai saat ini berjumlah Rp15,24 triliun yang diberikan kepada 12,7 Juta Pelaku Usaha Mikro.

Khusus untuk daerah Provinsi Sumatera Barat, Pelaku Usaha Mikro yang telah ditetapkan sebagai penerima BPUM sebanyak 282.487 dengan Anggaran sebesar Rp.338,9 miliar, dilansir dari OkeZone.

Secara khusus Eddy menilai bahwa pencapaian penyaluran ditunjang oleh dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di daerah, sehingga program ini sukses dijalankan.

“Maka dari itu, kami sangat mengapresiasi peran aktif dinas di daerah dan berharap koordinasi yang telah dijalankan selama ini dapat terus berlanjut,” katanya.

Eddy juga menerangkan bahwa KemenKopUKM menyampaikan apresiasi kepada Bank Penyalur atas kerjasama dan koordinasi selama ini, dan berharap hal ini dapat terus dijalankan dalam upaya percepatan pencairan BPUM kepada para penerima dengan meningkatkan koordinasi bersama Dinas Provinsi, Kabupaten/Kota.

“Saat ini kami sedang melaksanakan monitoring/pemantauan penerima BPUM, untuk itu kami berharap dukungan Dinas Provinsi, Kab./Kota pada saat kunjungan ke lapangan” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.