Terkini.id, Jakarta – Soal sikap pemerintah RI yang ogah mencampuri masalah Uighur, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai hal itu karena pemerintah terlalu banyak berutang kepada negara China.
“Memang lidah jadi kelu, bila terlalu banyak makan utang dari Republik Rakyat China (RRC),” kata Munarman, seperti dilansir dari Tagar, Rabu, 25 Desember 2019.
Maka dari itu, pihaknya tak ingin terlalu banyak berharap kepada rezim Jokowi-Ma’ruf Amin untuk mengintervensi persoalan yang dihadapi oleh Muslim Uighur.
Hal itu, kata Munarwan, lantaran FPI menilai hubungan diplomasi antara pemerintah Indonesia dengan China termasuk dalam skema patron-klien, hamba-majikan atau tuan.
“Karena hubungan antara pemerintah Indonesia dengan Republik Rakyat China dalam skema patron-klien, (adalah) hamba-majikan atau tuan,” ujarnya.
- FPI dan Alumni 212 Tolak Pencapresan Anies Baswedan yang Dideklarasi NasDem
- Rapat Komisi III DPR Singgung KM 50, Mahfud MD: Itu Urusan Kapolri
- Ramai Tagar Bongkar Pembantai KM 50, Denny Siregar: Ada yang Menari di Kasus Ferdy Sambo
- Akun Manowar Sindir Habib Rizieq: Jelang Pilpres 2024, Pedagang Agama Mulai Pasang Umpan
- Kasus Irjen Ferdy Sambo Dikaitkan Peristiwa KM50, Denny Siregar: Gak Laku, Bos!
Menurut Munarman, sikap pemerintah RI yang bungkam terhadap masalah Uighur tidak mencerminkan pengabaian konstitusional yang tertuang di pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta tidak menjalankan sila kedua Pancasila.
“Konstitusi Indonesia dan Pancasila itu salah satunya adalah kemanusiaan yang adil dan beradab serta misinya menghapus penjajahan dari muka bumi,” ujarnya.
Oleh karenanya, Munarwan menilai pernyataan sikap pemerintah lewat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang tak mau peduli soal Uighur merupakan sikap yang sangat tidak pancasilais dan tidak mematuhi konstitusi.
“Kalau berpegang pada konstitusi dan Pancasila, harusnya statemen-nya tidak begitu lho. Jadi, sekarang ketahuan tuh, siapa sesungguhnya yang tidak pancasilais dan tidak komitmen dengan konstitusi Indonesia,” kata Munarman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
