Makassar Terkini
Masuk

Ramai Tagar Bongkar Pembantai KM 50, Denny Siregar: Ada yang Menari di Kasus Ferdy Sambo

Terkini.id, Jakarta – Akun Twitter pegiat media sosial Denny Siregar melontarkan cuitan terkait ramainya tagar #BongkarPembantaiKM50.

Menurut Denny Siregar, tagar tersebut dimanfaatkan untuk membangun tekanan publik di tengah kasus Ferdy Sambo.

Nah, bener kan? Ada yang menari di kasus Sambo ini dgn membangun tekanan publik supaya lawan2 besar kadrun di kepolisian, terutama di Polda Metro, harus disingkirkan..,” cuit akun Twitter @Dennysiregar7, Selasa, 16 Agustus 2022.

Di tengah pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo, tagar serupa juga pernah menjadi trending topic di media sosial Twitter, seperti #UsutTragediKM50, #UsutKembaliKM50, #DariDuren3KeKM50, dan yang lain.

Seperti diberitakan Terkini.id, tragedi KM50 mencuat kembali dan bahkan menjadi trending topic di media sosial Twitter, karena melibatkan pihak kepolisian.

Peristiwa KM 50 Tol Jakarta-Cikampek cukup menyita perhatian publik karena penanganannya yang panjang dan berliku.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2020 yang menewaskan enam orang laskar Front Pembela Islam (FPI) dalam rombongan Habib Rizieq Shihab dari perjalanan menuju Karawang, Jawa Barat, di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Dalam peristiwa tersebut diketahui, dua anggota polisi yakni Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Mochammad Yusmin Ohorella tidak dapat dikenai pidana karena tindakan yang dilakukan masuk dalam kategori pembelaan terpaksa dan pembelaan terpaksa yang melampaui batas.

Kasus KM 50 bermula dari tidak hadirnya Habib Rizieq Shihab dalam pemeriksaan sebagai saksi pada kasus pelanggaran protokol kesehatan untuk kedua kalinya.

Sebelum insiden penembakan, sempat terjadi kejar-kejaran dan serempetan antara mobil polisi dengan mobil yang ditumpangi para laskar FPI.

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa penyerangan laskar FPI terhadap aparat kepolisian terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada hari Senin, 7 Desember 2020, pukul 00.30 WIB. Dalam kejadian tersebut, enam laskar FPI dinyatakan tewas.