Munafri menambahkan, secara regulasi aset Terminal Daya sebelumnya telah diserahkan kepada Perumda Terminal melalui Peraturan Daerah (Perda), sehingga proses pengambil alihan kembali juga harus melalui mekanisme Perda.
Kawasan Terminal Daya, lanjutnya, direncanakan menjadi terminal terintegrasi dengan pelayanan AKAP dan infrastruktur yang lebih modern.
Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar, Ia juga berkomitmen akan menyiapkan terminal tipe C sebagai simpul angkutan kota (feeder).
Munafri menargetkan pembangunan dua koridor bus kota yang menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri, melintasi sejumlah kampus dan pusat aktivitas masyarakat.
Munafri menegaskan, Makassar sebagai kota dagang dan jasa membutuhkan pelayanan mobilisasi lalu lintas yang signifikan.
- PDAM Makassar Rampungkan Perbaikan Pipa Bocor 400 MM di Perintis Kemerdekaan
- Dari Desa Kanreapia ke Panggung Dunia, Jamaluddin Buktikan SATU Indonesia Awards Jadi Jalan Perubahan
- Astra Ajak Generasi Muda Makassar Jadi Agen Perubahan melalui SATU Indonesia Awards 2026
- Dekranasda Makassar Perkenalkan Warisan Budaya Gowa kepada Delegasi Internasional
- Makassar Bidik Investasi Global, Delapan Negara Tindak Lanjuti Hasil IGS 2026
Untuk itu Ia berharap revitalisasi terminal yang terintegrasi dapat mendukung kebutuhan masyarakat disektor logistik dan komersial.
“Kita ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas bersama, dengan batasan fungsi yang jelas, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Munafri berharap, kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar Terminal Daya dapat segera berfungsi optimal sebagai simpul transportasi modern dan terintegrasi di Kota Makassar.
“Kalau semua tugas masing-masing kita selesaikan bersama, saya yakin bisa memaksimalkan aset ini untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Prasarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Toni Tauladan menyampaikan bahwa berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat, saat ini masih terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP yang berizin resmi dan beroperasi di Terminal Daya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
