Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mendapat tugas berat untuk menurunkan kurva virus corona atau Covid-19 di Makassar.
Berdasarkan data per Kamis, 25 Juni 2020, kasus positif virus corona sebanyak 2535. Sedangkan PDP berjumlah 1043, dan ODP bertambah menjadi 2002 kasus.
Menanggapi itu, Rudy mengatakan akan menyusun strategi dalam menghadapi virus corona. Sehingga, dalam beberapa hari ke depan hasilnya bisa langsung terlihat.
“Kita bisa tunjukkan apa yang bisa kita lakukan,” kata dia di Posko Covid-19 Kota Makassar, Jumat, 26 Juni 2020.
Menurut Rudy, dalam pemerintahan sudah ada struktur untuk menekan jumlah penyebaran virus corona atau Covid-19.
- MG ZS Hybrid+ Resmi Hadir di Makassar, Tawarkan SUV Hybrid 214 PS
- Sudah Resmi Tersangka, Bupati Gowa Husniah Talenrang Belum Ditahan
- Peduli Kemanusiaan, PLN UID Sulselrabar Kembali Menggelar Donor Darah
- Okayama University Apresiasi Inisiatif UNM dalam Pengembangan Edukasi dan Inovasi Konstruksi
- Hari Pelanggan Nasional 2026, Kalla Aspal Perkuat Kolaborasi Hadapi Dinamika Industri
“Kita punya RT/RW, kita punya lurah, dan camat. Struktur ini harus bergerak bersama,” ujarnya.
Semua camat dan instansi terkait, kata dia, harus berada di belakang garda, bersama pemerintah kota Makassar melawan virus corona.
Pada kesempatan tersebut, Rudy mengulang pertanyaan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang akan mencopot jabatan camat dan lurah yang tak mengikuti instruksi.
“Bila ada lurah, camat yang tak berdiri di belakang melawan Covid-19, maka kita cari orang yang mau berada di belakang kita untuk bersama-sama melawan corona,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
