Pemkot Makassar Raih Jatah 2 Ribuan ASN: Fokus Tenaga Pendidikan, Kesehatan, dan Teknis

Pemkot Makassar Raih Jatah 2 Ribuan ASN: Fokus Tenaga Pendidikan, Kesehatan, dan Teknis

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mengumumkan penerimaan alokasi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 2.914 kuota dari pemerintah pusat. Pemkot Makassar akan segera membuka pintu lebar untuk penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Perjanjian Kerja (PPPK). 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar, Akhmad Namsum menuturkan pemberian kuota ini terpecah menjadi tiga sektor utama, yakni tenaga pendidikan dengan alokasi 2.102, tenaga kesehatan sebanyak 601, dan tenaga teknis sejumlah 211.

Namun yang menarik, kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat sejalan dengan proposal yang diajukan oleh Pemkot Makassar melalui BKPSDMD. Setidaknya, tidak ada pengurangan kuota yang telah diusulkan.

“Ini berkat upaya penguatan yang kami lakukan. Proposal kami disusun sesuai kebutuhan nyata saat ini,” ujar Akhmad Namsum, Selasa, 8 Agustus 2023.

Menurutnya, kehadiran tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis memiliki dampak yang signifikan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah naungan Pemkot Makassar.

Baca Juga

Akhmad Namsum berharap kuota ASN ini dapat memberikan peluang luar biasa bagi tenaga pendamping ASN, yang dikenal sebagai laskar pelangi, untuk sukses dalam menjadi ASN PPPK.

Sejauh ini, laskar pelangi yang tergabung dalam Pemkot Makassar berjumlah 12.890 orang, dengan beragam peran mulai dari tenaga operasional 24 jam, hingga tenaga administratif dan tenaga ahli. Namun demikian, langkah lebih lanjut diambil untuk memastikan bahwa peran mereka diakui dan dinilai dengan benar dalam seleksi ini. 

Langkah Pemerintah Kota Makassar tidak hanya berhenti pada pengajuan proposal, namun juga mengirim surat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).

Dalam surat tersebut, Akhmad berharap tenaga laskar pelangi (honorer) dapat mendapatkan pengakuan lebih dalam seleksi ini. Faktor seperti masa pengabdiannya, usia, dan penilaian kinerja diusulkan untuk menjadi pertimbangan yang mendalam.

“Untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, pemberian afirmasi atau poin kredit menjadi pilihan, dengan penekanan pada masa pengabdian, usia, dan faktor lain yang dapat memberikan nilai tambah,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.