Terkini.id, Parepare – Pemerintah Kota Parepare menjadi salah satu kota yang dijadikan percontohan zonasi wilayah pesisir.
Hal itu dibuktikan dengan kehadiran DPRD Komisi II Kota Bau-bau yang melakukan kunjungan atau studi banding Rencana Zonasi Wilayah Pesisir (RZWP) di Kota Parepare.
Kunjungan kerja itu diterima Sekretaris Daerah, Iwan Asaad, dan Wakil Ketua DPRD Kota Parepare Rahmat Syamsu Alam di Ruang Pola, Rabu 15 Juli 2020.
Ketua DPRD Bau-bau, Zahari mengatakan, kedatangan di Kota Parepare ini dalam rangkaian kajian mengenai penataan Kota termasuk daerah pesisir.
Karena menurutnya, dari segi topografi dan posisi Kota Parepare sangat hampir sama dengan Kota Bau-bau. Tidak hanya itu, dari sektor jasa maupun perdagangan ternyata sama juga di Parepare.
- Ruang Pintar di Lorong Sungai Cerekang: Menanam Harapan dari Ruang Sempit Kota
- Satgas TMMD ke-128 Bersama Rakyat, Gotong Royong Wujudkan Akses Penghubung Dua Desa
- Harapan dan Ironi di Balik Menu MBG, Ketika Solusi Gizi Berubah Menjadi Ancaman Kesehatan di Jeneponto
- Rakor Bersama Forkopimda, Wali Kota Makassar Appi Matangkan Pengamanan May Day Fest 2026
- Rinnai Luncurkan Kompor Pintar di Makassar, Jawab Kebutuhan Dapur Masa Kini
“Kami dari DPRD Bau-bau berkunjung untuk berdiskusi kira-kira seperti apa zonasi di daerah pesisir yang ada di Parepare. Dan ternyata sudah dijelaskan bahwa Kota Parepare sudah mempunyai perda dan itulah yang kami harapkan, karena Kota Bau-bau sendiri belum punya dan masih sementara menyusul,” ujar Zahari.
Dari hasil konsultasi tambah Ashari, akan menjadi bahan pertimbangan untuk Pemerintah Kota Bau-bau di dalam menyusun perda-perda terkait zonasi daerah pesisir.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Parepare Iwan Asaad menjelaskan, Kunjungan DPRD Bau-bau ini selain untuk melihat bagaimana program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Parepare di wilayah pesisir juga menambah wawasan mereka di Kota Parepare terkait program yang akan dikembangkan di Kota Bau-bau.
Sehingga, kata dia, model yang ada di Parepare menjadi pertimbangan untuk direplikasi ataupun dimodifikasi.
“Tadi kami sudah jelaskan terkait dengan pembangunan yang dimaksud mulai dari beberapa program Pemkot yang disinergikan dengan program Pemrov Sulsel di wilayah pesisir, termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat pesisir terutama kaum perempuan melalui program CCD IFAD yang sekarang merupakan program unggulan Kota Parepare, melalui program berdaya srikandi yang masuk dan tembus inovasi 99 TOP Inovasi di Indonesia,” ujarnya.
“Jadi program-program yang kita jelaskan, mereka akan pertimbangkan, untuk mengkondisikan kondisi di Kota Bau-Bau,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
