Terkini.id,Jakarta – Maraknya investasi dengan keuntungan yang menjanjikan membuat masyarakat tertarik, hingga akhirnya masyarakat tidak menyadari bahwa investasi tersebut merupakan bisnis ilegal.
Seperti hal yang baru-baru ini terjadi yakni kasus penipuan investasi dengan mengatas namakan suntikan dana alat kesehatan ( Alkes). Dugaan penipuan ini muncul dalam beberapa hari terakhir pada media sosial Twitter.
Saat ini pihak kepolisian telah melakukan pengusutan kasus penipuan alat kesehatan dengan kisaran 1,3 Trilliun yang di investasikan dari berbagai kalangan masyarakat.
Polisi telah mengantongi nama dari pelaku penipuan dan telah melakukan penangkapan yang berinisial VAK, B dan DR, namun salah satu dari mereka yakni DR belum berhasil di ringkus oleh pihak kepolisian di karenakan tersangka sering berpindah-pindah tempat.
“Satu lagi DR belum tertangkap, dia masih lari, masih kabur,” kata kasubdit V Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Ma’mun saat dihubungi.Senin 20 Desember 2021.
Ma’mun menuturkan bahwa penyidikan masih terus diupayakan terhadap tersangka yang telah ditetapkan sebagai buronan tersebut dengan memblokir akses dan menjadikannya sebagai DPO.
Penyelidikan sedang dalam pengembangan perkara tehadap penyelesaian kasus ini setelah penangkapan VAK dan B.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari CNN, Indonesia. bahwa dari dua orang tesangka tersebut merupakan distibutor awal yang biasa disebut upline dan melakukan perekrutan terhadap bawahan yang di kenal sebagai downline.
Namun Ma’mun belum dapat menjelaskan secara rinci bagaimana gambaran bisnis ataupun modus yang dilakukan oleh upline dalam menarik minat masyarakat untuk menjadi investor dalam bisnis mereka.
Hingga saat ini Bareskrim belum dapat memastikan jumlah korban yang terlilit dalam investasi Alkes ini dan belum bisa menaksir berapa jumlah kerugian yang ditanggung para investor.
Polisi juga telah membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa tertipu oleh investasi Alkes dan meminta korban untuk melaporkannya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
