Masuk

Pencabutan Subsidi BBM, Fahri Hamzah: Tidak Akan Pernah Diterima Rakyat Sampai Kiamat

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Berbicara soal pencabutan subsidi BBM oleh pemerintah, Fahri Hamzah turut mengkritik keputusan tersebut. Menurutnya, Hal itu tidak akan pernah diterima rakyat sampai kiamat, Senin 5 September 2022.

Fahri mengakui argumentasi pemerintah yang menilai subsidi hanya dinikmati oleh pengguna mobil pribadi bukan rakyat miskin, sebagai alasan yang tak bakal pernah bisa diterima rakyat. Karena, pencabutan subsidi tersebut, menurut Fahri, malah merugikan kepentingan rakyat.

“Hal itu tidak akan pernah diterima rakyat sampai kiamat. Rakyat menganggap pencabutan subsidi akan menambah kesulitan hidup mereka,” kata Fahri, dilansir dari 5 September 2022.

Baca Juga: Soal ‘Bandar Belum Deal’ Fahri Hamzah Dapat Serangan Balik

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 itu menerangkan, sesuai konstitusi, jadi tugas pemerintah yakni membantu dan membela rakyat di dalam kesulitan hidup. Sebab itu, Ia berharap pemerintah tak perlu ikut dengan protokol kaum kapitalis, tidak menghendaki adanya dukungan kepada rakyat lewat pemberian subsidi.

“Mereka (kaum kapitalis, red) ingin kompetisi berlangsung secara sempurna, tidak ingin ada subsidi-subsidi, semua harus diserahkan ke mekanisme pasar,” terang Fahri.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menanggapi keputusan pemerintah yang resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca Juga: Sumber Keuangan Pemilu Tak Jelas, Fahri Hamzah Bongkar Peran Bohir

Fahri Hamzah juga menganggap kenaikan harga BBM sekarang bakal semakin menyusahkan kehidupan rakyat.

“Argumentasi terkait subsidi sebagai beban ekonomi yang salah sasaran, itu hanya retorika belaka pemerintah saja. Kenaikan harga BBM justru akan semakin menyusahkan masyarakat,” sebut Fahri dalam keterangannya, Minggu 4 September 2022.

Sebelumnya, Pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis Pertalite, solar, dan Pertamax. Penetapan kenaikan ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu 3 September 2022.

Subsidi BBM itu, menurut Jokowi, bakal dialihkan buat bantuan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sindir Kabinet Ingin Jadi Capres Hanya Numpang Tenar Sama Pak Jokowi, Siapakah Sosok Itu?

“Dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran. Bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp 150 ribu per bulan dan mulai diberikan bulan September selama 4 bulan,” ujar Jokowi.

Dalam rincian Menteri ESDM Arifin Tasrif soal harga BBM yang naik. Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 ribu per liter, solar subsidi dari Rp 5.150 per liter jadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 per liter ke Rp 14.500 per liter.