Terkini, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan pendapatan daerah. Hingga semester pertama tahun 2024, realisasi pendapatan baru mencapai 38,89 persen, atau sekitar Rp2,1 triliun dari target tahunan sebesar Rp5,6 triliun.
Sebanyak 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah bertanggung jawab atas pengumpulan pendapatan ini.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai sektor utama dalam pengumpulan pendapatan, baru berhasil mengumpulkan Rp608,8 miliar, atau sekitar 31,98 persen dari target sebesar Rp1,9 triliun.
Dinas Pekerjaan Umum mencatat serapan pendapatan tertinggi dengan capaian 64,84 persen, atau Rp324,2 juta dari target Rp500 juta. Disusul oleh PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan capaian 50,65 persen, atau Rp1,5 miliar dari target Rp3 miliar.
Sementara itu, Dinas Pertanahan mencatat realisasi sebesar 46,27 persen, atau Rp1,9 miliar dari target Rp4,3 miliar.
- Duta Cari Aman Turut Edukasi Siswa SMKN 14 Gowa, Asmo Sulsel Tekankan Pentingnya Helm
- Seru dan Santai, Honda AT Family Day Asmo Sulsel Ramaikan Akhir Pekan di Palopo
- Romantisnya Wabup Gowa Darmawangsyah Muin dan Istri di Momen Ulang Tahun
- Honda AT Family Day di Palopo Tawarkan Promo Motor Matic, DP Mulai Rp600 Ribuan
- Baby Udon Tayang 3 September, Angkat Kisah Cinta Fanny dan Hajime yang Menguras Emosi
Namun, beberapa OPD seperti PD Rumah Potong Hewan, PD Terminal, dan Dinas Perdagangan belum memberikan kontribusi pendapatan sama sekali selama enam bulan pertama tahun ini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, menyatakan bahwa rata-rata realisasi pendapatan OPD berkisar antara 10 hingga 40 persen. Idealnya, pendapatan daerah pada semester pertama seharusnya berada di angka 40-50 persen.
“Ini memang menjadi perhatian kami karena idealnya harusnya 40-50 persen di bulan 7 ini, tapi ini masih hampir 30 persen,” kata Zulkifli Nanda.
Ia menekankan bahwa seluruh OPD dan BUMD harus meningkatkan pendapatan dengan memaksimalkan potensi retribusi yang ada.
“Ini yang harus digenjot cepat karena banyak program kegiatan yang mau dibelanjakan, tapi kalau pendapatannya tidak ideal tentu ada penundaan dan penghambatan di situ,” ujarnya.
Zulkifli Nanda juga memastikan bahwa nilai pendapatan berpotensi besar akan terkoreksi di APBD Perubahan, dengan beberapa penyesuaian yang akan dilakukan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
