Pendeta Saifudin Fitnah Pesantren, Ormas Aswaja Disentil: Mana Suara Kalian

Pendeta Saifudin Fitnah Pesantren, Ormas Aswaja Disentil: Mana Suara Kalian

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda menyentil keras ormas Aswaja dan Pancasila terkait pernyataan Pendeta Saifudin Ibrahim yang melontarkan fitnah terhadap pesantren, viral di media sosial.

Video pemuda sentil ormas Aswaja dan Pancasila terkait pernyataan Pendeta Saifudin fitnah pesantren itu viral usai diunggah pengguna Twitter Lelaki_5unyi, seperti dilihat pada Rabu 16 Maret 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu mengaku heran dengan sikap ormas-ormas yang malah diam ketika ada pendeta radikal menghina Islam.

“Untuk Ormas Anu?? Kok diam ada pendeta radikal menghina Islam,” cuit netizen Lelaki_5unyi.

Pendeta Saifudin Fitnah Pesantren, Ormas Aswaja Disentil: Mana Suara Kalian

Dilihat dari video itu, tampak seorang pemuda berbicara di depan kamera. Ia pun mempertanyakan sikap ormas Pancasila dan Aswaja yang menurutnya diam saat Pendeta Saifudin melecehkan Islam dan memiftnah pesantren.

Baca Juga

“Mana nih ormas yang kemarin teriak-teriak saya Pancasila, kami cinta NKRI, kami paling Aswaja, mana suaranya? Tuh jelas-jelas tuh Saifuddin Ibrahim menghina dan melecehkan Islam, menghina Nabi Muhammad, memfitnah pesantren, mana suara kalian?,” ujar sang pemuda.

Menurutnya, pernyataan Saifudin Ibrahim yang menghina Islam dan memfitnah pesantren  tersebut sudah merupakan bentuk intoleran dan radikal. Namun, ormas-ormas Aswaja malah bungkam.

“Bukankah itu yang intoleran, itu yang radikal, jangan pengajian sesama mukmin hanya beda mazhab dibubarin. Tapi dengan kafir yang jelas-jelas menghina Islam, bungkam,” tuturnya.

Ia pun lantas mempertanyakan keberadaan ormas-ormas itu yang katanya memiliki anggota hebat dan sejumlah intel.

“Bukankah kalian punya anggota yang hebat, punya intel, cari dong. Mana? Mana suaranya? Jangan teriak doang kami Pancasila, kami NKRI, kami Aswaja. Bullshit tahu gak,” ucapnya.

Lebih lanjut, pemuda itu menilai ormas Aswaja dan Pancasila tersebut hanya akan bergerak menindak Pendeta Saifudin yang fitnah pesantren itu apabila mereka dibayar.

“Kalian bergerak kalau dibayar. Makanya jangan fanatik ke ormas atau golongan. Ketika Islam dilecehkan kalian diam,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.