“Lho legal formal lho, beliau jadi presiden itu enggak ada kan ini, legal formal diikuti terus sama saya,” tambahnya.
Sebagai penutup, wanita yang juga pernah menjadi Presiden RI ini menegaskan keputusan Capres yang akan maju pada Pilpres 2024 berada ditangannya bukan orang lain.
“Saya ketua umum terpilih di kongres partai sebagai institusi tertinggi partai, maka oleh kongres partai diberikanlah kepada ketua umum terpilih hak prerogatif untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan,” paparnya.
Berbeda dengan Megawati, ketika giliran Jokowi mengucapkan pidatonya, ia hanya membahas tentang situasi ekonomi di Indonesia.
Lalu mantan Gubernur DKI Jakarta itu menutup pidatonya dengan pujian yang ditujukan untuk anak kandung dari Proklamator RI tersebut.
“Yang saya senang, mohon maaf Bu Mega, Bu Mega dalam memutuskan betul-betul sangat hati-hati. Betul-betul tenang dan tidak grusa-grusu seperti yang lain-lainnya, didesak-desak dari mana pun tidak goyah,” pungkas Jokowi.
Sampai berita ini diturunkan, belum ditemukan tanggapan Megawati soal ucapan salah satu pendiri PAN, Abdillah Toha.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
