Penelitian, Terlambat Menikah Bikin Kamu Lebih Bahagia

Syahrini menikah dengan Reino Barack di usianya yang matang, 37 tahun.(ist)
Syahrini menikah dengan Reino Barack di usianya yang matang, 37 tahun.(ist)

Terkini.id, Makassar – Bingung mau jawab apa ketika ditanya kenapa belum menikah?

Hasil penelitian ini mungkin bisa menjadi salah satu alasan untuk berkelit.

Yah, desakan banyak orang untuk menikah segera kerap banyak mengganggu.

Padahal, pernikahan itu bukanlah sesuatu yang harus dipaksakan. Jika belum siap mental dan finansial, kenapa harus buru-buru?

Nah, dilansir dari Fimela.com, sebuah penelitian menunjukkan menikah terlambat justru menjamin kebahagiaan pernikahan di masa depan.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Family Psychology dan dilakukan University of Alberta tersebut menunjukkan, mereka yang menikah di usia lebih tua atau lebih lambat dari teman-temannya ternyata mempunyai level kebahagiaan dan kepercayaan diri lebih tinggi dibanding mereka yang menikah muda.

Bukan cuma itu, menikah di usia matang juga menunjukkan rendahnya risiko depresi dan cerai.

Peneliti, Matt Johnson menyampaikan tujuannya adalah mengetahui usia ideal untuk menikah.

Ada pun partisipan pria rata-rata menikah di usia 28 tahun dan partisipan perempuan di usia 25 tahun.

Survei dilakukan pada 405 orang Kanada yang lulus SMA dan usia paruh baya di 1984 yang menikah di usia muda dan usia tua untuk melihat seberapa bahagia dan tenang pernikahan berdasarkan usia saat pertama kali menikah.

Sementara di abad 21, usia pernikahan kian mundur karena banyak generasi masa kini harus menjalani pendidikan tinggi dan bekerja.

Biasanya, mereka tidak terburu-buru membina rumah tangga sebelum benar-benar mapan.

Berita Terkait