Terkini.id, Jakarta – Pengacara Keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak menanggapi perihal tersangka Putri Candrawathi tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan.
Terkait Putri Candrawathi tidak ditahan itu, pengacara keluarga Brigadir J itu pun menyoroti pernyataan Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
Sorotan itu ia sampaikan saat hadir sebagai narasumber di program Apa Kabar Indonesia Pagi yang tayang di kanal YouTube tvOneNews, seperti dilihat pada Jumat 2 September 2022.
Dalam tayangan itu, awalnya Martin Lukas Simanjuntak menilai bahwa tidak ditahannya Putri Candrawathi seperti memperlihatkan kondisi moral dan penegakan hukum di Indonesia.
“Inilah yang saya bilang tidak adanya keprihatinan atas kondisi ini moral dan penegakan hukum di bangsa ini,” ujar Martin.
- Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J, MA Terima Berkas Kasasi Ferdy Sambo Cs
- CEK FAKTA: Jadi Pemuas Nafsu, Putri Candrawathi Sering Beri Jatah Kuat Ma'ruf di Penjara
- Ferdy Sambo Tulis Surat Akui Rindu Anak Bungsunya: Papa Kangen Mas, Maafkan Papa
- Ditanya Lebih Sayang Mama atau Papa, Begini Respons Anak Ferdy Sambo
- Ayahnya Divonis Mati, Anak Ferdy Sambo Kini Ungkap Kekesalannya: Gue Bisa Gila
Ia pun kemudian mengungkapkan kekesalannya terkait dengan belum ditahannya Putri Candrawathi yang dianggap Komnas HAM dan Komnas Perempuan sebagai sebuah terobosan.
“Apa kata Komnas HAM dan Komnas Perempuan, mereka mengatakan bahwa ini adalah terobosan. Ini adalah penerapan hukum baru agar wanita-wanita lain diperlakukan sama seperti PC,” kata Martin dalam tayangan tvOneNews, dikutip dari suara.com jaringan terkini.id.
Martin lantas mempertanyakan mengapa terobosan tersebut baru dilakukan pada kasus Putri Candrawathi? Mengapa terobosan tersebut tidak direkomendasikan Komnas HAM dan Komnas Perempuan pada kasus-kasus sebelum ini?
“Apa-apaan ini? Kenapa kok contohnya harus istri jenderal? Kenapa kok contohnya harus orang yang merekayasa kasus? Apa tidak ada, apa tidak kurang kasus-kasus orang-orang lemah yang butuh perlindungan. Di mana mereka ketika ada orang-orang lemah yang butuh perlindungan,” tegasnya.
Menanggapi pernyataan Martin itu, salah satu host program tersebut kemudian meluruskan bahwa keputusan penahanan Putri Candrawathi ada di tangan kepolisian bukan Komnas HAM.
“Tapi kan lembaga yang menangani ini semua adalah lembaga kepolisian Bang Martin. Dalam artian yang melakukan penahanan atau tidaknya itu keputusannya bukan di Komnas HAM, tapi di Kepolisian Republik Indonesia,” timpal salah satu host.
Pengacara keluarga Brigadir J itu pun lantas menegaskan bahwa dirinya menyoroti rekomendasi dari Komnas HAM. Menurutnya, rekomendasi Komnas HAM terkait kasus Brigadir J adalah hanya omong kosong semata.
“Tapi rekomendasi mereka. Lebih baik mereka tidak usah mengatakan hal-hal itu, penerapan yang baru untuk perempuan. Menurut saya itu omong kosong semua,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
