Terkini.id, Jakarta – Seorang tunawisma bernama Nursaman (60) mendadak ramai diperbincangkan setelah ia diduga ditemui oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma.
Saat ditemui di kawasan Manggarai, Nursaman membenarkan jika sosok tunawisma yang ditemui Mensos Risma dalam foto yang beredar adalah benar dirinya.
Pria asal Kabupaten Indramayu ini mengaku saat ditemui Risma ia tengah memulung dan tertidur di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
“Itu saya baru bangun tidur. Kan ada alas kardusnya. Tapi saya gak tau itu Bu Risma,” kata Nursaman, Kamis 7 Januari 2021 seperti dikutip dari Tempo.co.
Kepada Tempo.co, Nursaman mengaku sudah mengadu nasib di Jakarta sejak 1964. Ia sempat luntang-lantung.
- Ramadhipa Siap Hadapi Tantangan Baru di Moto3 Junior World Championship 2026
- Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
- UMI Masuk Tiga Besar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, Prof Hambali: Buah Ketulusan Sivitas Akademika
- Daftar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, UNM Peringkat Kedua
- Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
Nursaman kemudian membuka usaha tambal ban di Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, dekat Taman Lapangan Banteng.
Ayah dari dua anak itu diajak oleh seorang bernama Jono, pria asal Semarang untuk menjalani usaha tersebut.
Namun tak berselang lama, ia memutuskan untuk menarik becak setahun setelahnya. Ketika itu dirinya tinggal di Gang Harlan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kemudian, Nursaman beralih mata pencaharian menjadi sopir bajaj merah beberapa tahun setelahnya. Ia menyewa bajaj tersebut kepada seseorang di daerah Mampang, Jakarta Selatan.
Saat menjalani profesi sebagai penarik bajaj tersebut, Nursaman memilih untuk tidur di bengkel bersama beberapa sopir bajaj lainnya.
“Habis kalau narik bajaj itu kan biasanya sampai jam 10 malam. Nanti jam 5 pagi sudah mulai lagi. Teman-teman banyak yang tidur di bengkel juga,” tuturnya.
Kini Nursaman bermata pencaharian sebagai pemulung. Setiap hari ia keliling Ibu Kota untuk mencari barang bekas yang bisa dijual kembali.
Sebagai pemulung, Nursaman mengatakan kesulitan mencari uang untuk ongkos untuk pulang kampung.
“Kalau hasil dari mulung paling cukup buat makan sehari-hari aja,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
