Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa

Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa

S
Syarief

Penulis

Terkini, Jeneponto, Sulawesi Selatan — Di tengah hamparan sawah yang menghijau dan udara segar khas pedesaan Tanah Turatea, sebuah jejak kebersamaan kini terukir abadi. Di Desa Arungkeke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, perjalanan panjang kebersamaan antara TNI dan rakyat telah melahirkan perubahan besar yang tidak hanya mengubah wajah wilayah, tetapi juga menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakatnya.

Selama satu bulan penuh, terhitung sejak pembukaan resmi pada Rabu, 22 April 2026 hingga penutupan pada Kamis, 21 Mei 2026, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2026 menjadi saksi bagaimana semangat gotong royong mampu mengubah tantangan menjadi harapan, dan keterisolasian menjadi konektivitas yang membahagiakan.

Dibuka secara resmi oleh Bupati Jeneponto, Paris Yasir, di Lapangan Togo-Togo, Kecamatan Batang, kegiatan ini mengusung tema besar yang sarat makna: “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”. Tema yang ditetapkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad AD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc dan jajarannya ini bukan sekadar jargon, melainkan komitmen nyata. Ia merepresentasikan tekad kuat TNI Angkatan Darat untuk memusatkan pembangunan mulai dari wilayah-wilayah tertinggal, terpencil, dan terluar, guna memperkecil kesenjangan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa

Tujuan utama yang diusung dalam kegiatan ini sangat jelas dan terukur: pemerataan pembangunan agar infrastruktur menjangkau pinggiran desa, penguatan sinergi antarlembaga, serta meneguhkan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai solusi atas segala kesulitan yang dihadapi masyarakat. TMMD hadir sebagai bukti bahwa pengabdian negara tidak hanya ada di kota besar, tetapi justru tumbuh subur di jantung desa, tempat di mana sebagian besar nadi pangan bangsa berdetak.

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1425 Jeneponto, Letkol Inf Abd Muthalib Tallasa menjelaskan bahwa sasaran fisik dan nonfisik di desa ini dipilih karena letak strategisnya sebagai pusat pertanian namun terisolasi, sehingga perbaikan infrastruktur akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan ekonomi warga.

Baca Juga

Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, yang bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan, memberikan apresiasi penuh. “TMMD ini adalah pondasi pembangunan nasional, sangat relevan dengan semangat kami mempercepat pemerataan di pedesaan. Kami berharap program ini berlanjut setiap tahun, dan Pemkab siap bersinergi, khususnya dalam pengentasan rumah tidak layak huni, agar angka kemiskinan segera turun,” ungkapnya.

Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
Semangat Gotong royong Satgas TMMD dengan masyarakat

Jalan Rabat Beton: Urat Nadi Baru Ekonomi Warga

Salah satu karya monumental yang menjadi pusat perhatian dan kebanggaan bersama adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.100 meter, ditambah peningkatan jalan tani sepanjang 150 meter. Total keseluruhan pekerjaan fisik jalan mencapai 1.250 meter yang membelah pemukiman dan lahan pertanian warga. Dulu, jalanan ini hanyalah tanah merah yang berdebu saat kemarau dan berlumpur licin saat hujan turun. Bagi para petani, kondisi jalan ini adalah tantangan terberat. Hasil panen padi, jagung, atau palawija harus dipikul beratus meter atau diangkut dengan susah payah karena kendaraan sulit masuk.

Namun kini, pemandangan itu telah berubah total. Beton yang kokoh dan rata kini terbentang rapi, menjadi akses vital yang menghubungkan lahan pertanian langsung ke jalan utama. Jalan ini bukan sekadar hamparan semen dan batu, melainkan jaminan ekonomi bagi ribuan warga Desa Arungkeke Pallantikang dan sekitarnya.

Jejak Satgas TMMD Ke128 di Tanah Turatea, Merajut Harapan, Hadirkan Kepastian Ekonomi Warga Pelosok Desa
Semangat gotong royong Satgas TMMD ke-128 Kodim Jeneponto tak pernah luntur

Melalui infrastruktur ini, biaya angkut hasil tani menjadi jauh lebih murah, waktu pengiriman lebih cepat, dan hasil panen terjaga kualitasnya hingga ke tangan pembeli. Ketahanan pangan pun semakin kokoh, karena akses yang baik memudahkan distribusi pupuk, bibit, dan teknologi pertanian masuk hingga ke sudut-sudut ladang.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.