Pengamat Politik Malaysia Puji Misi Damai Presiden RI, Curhat Butuh Sosok Jokowi Untuk Negaranya

Pengamat Politik Malaysia Puji Misi Damai Presiden RI, Curhat Butuh Sosok Jokowi Untuk Negaranya

R
Sigit
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Misi damai yang dibawa oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia sangat menyita perhatian.

Pasalnya, sebagai pemimpin Asia pertama yang berkunjung ke wilayah konflik, misi mendapat banyak pujian. Salah satunya dari seorang pengamat politik asal Malaysia, Joe Samad.

Pada sebuah tulisan berjudul “Malaysia running on empty, seeking a Jokowi” yang dipublikasikan melalui laman Free Malaysia Today, Joe samad menumpahkan kekagumannya terhadap Presiden Jokowi sembari mengeluhkan keresahannya soal kemerosotan pemerintah di negaranya.

Ia menuliskan bagaimana kekaguman banyak orang Malaysia soal misi damai yang dibawa Jokowi ke Eropa.

Dan menyebut bahwa ketika Indonesia begitu terkenal dipanggung inetrnasional, Malaysia di sisi lain berjalan dengan kekosongan dan membelakangi tembok.

“Perawakannya (Jokowi) telah berkembang pesat di panggung internasional sehingga kementrian luar negeri telah mengumumkan bahwa Jokowi akan bertemu dengan para pemimpin Ukraina dan Rusia untuk mengadvokasi perdamaian,” tulisnya.

“Jokowi mencoba membantu meringankan krisis pangan global, perjalanan pertama yang dilakukan oleh pemimpin Asia,” tulis Joe Samad.

Dari laman Free Malaysia Today pada Joe Samad melalui tulisannya juga mengkritik beberapa kebijakan pemerintahan Malaysia yang dinilai tidak masuk akal.

Salah satu yang ia singgung adalah soal Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein yang belum lama ini mempertimbangkan untuk membangun kebun sayur di kamp-kamp tentara demi memastikan ketahanan pangan.

“Dengan tentara akan menjaga ketahanan pangan bangsa, siapa yang akan melindungi bangsa dari musuh-musuhnya?” tulisnya kala itu.

Ia juga menyinggung soal wacana yang sempat dilontarkan oleh PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob soal Bahasa Melayu yang akan dijadikan bahasa utama di ASEAN, yang dianggap identitas Bangsa Melayu.Tetapi kemudian ia menghubungkannya dengan kasus-kasus korupsi.

Untuk memperbaiki kondisi semacam ini, ia mengatakan bahwa Malaysia sebenarnya membutuhkan sosok pemimpin seperti Presiden Jokowi.

“Malaysia sangat membutuhkan ‘Jokowi’ kita sendiri,” pungkasnya

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.