Terkini.id, Jakarta – Rocky Gerung menilai Presiden Joko Widodo adalah sosok yang rapuh karena hanya menjadi petugas partai semata.
Hal ini ia sampaikan saat menanggapi pernyataan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro
Diketahui sebelumnya, Bambang mengatakan bahwa Presiden sebelumnya pernah menandatangai Peraturan Presiden (Perpres) soal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Namun hingga kini, Perpres mengenai hal tersebut tak kunjung disahkan oleh Kemenkumham
Melihat hal ini, Menkumham, Yasonna Laoly yang merupakan kader PDIP seolah-olah memang tak mengesahkan Perpres yang telah ditandatangani oleh Jokowi
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Menurut Rocky, pernyataan Bambang merupakan bocoran besar yang besar, dimana menurut Rocky hal ini menunjukkan bahwa Jokowi hanya sekadar petugas partai
“Ini betul-betul bocoran rahasia negara yang diucapkan oleh Menristek, Bambang Brodjonegoro, tuh. Dan itu sebetulnya menunjukan dari awal, kita tahu sebetulnya Presiden itu memang cuma petugas partai,” kata Rocky Gerung
Melalui video yang berjudul ‘Menkumham Mbalelo ke Jokowi. Malah Kemenristek yang dibubarkan’ yang diunggah di Rocky Gerung Official pada Selasa, 13 April 2021 juga Rocky menyebut bahwa ada ketidaksukaan personal yang menyebabkan kerusakan pada tatanan peraturan negara
“Jadi, kalau si Pemilik partai bilang ‘saya tidak suka dengan orang itu’, ya dia mesti tunduk akhirnya. Dan itu ber-implikasi, ketidaksukaan personal itu berimplikasi pada rusaknya peraturan bernegara,” kata Rocky
“Kan, bagaimana mungkin Presiden menandatangani suatu keputusan pembentukan sebuah lembaga dan tidak mau di-undang-kan? Kan mestinya yang bukan diganti kan Bambang Brodjonegero, yang mesti diganti tuh Menhukam karena dia yang menentang Presiden, kan?” lanjutnya
Lebih lanjut, Rocky menilai bahwa Jokowi hanyalah sosok yang rapuh dimana Jokowi sebagai kader PDIP harus mengikuti kemauan partainya meski sudah menjabat jadi presiden
“Jadi, terlihat bahwa Presiden Jokowi itu, memang dia ya rapuh. Tapi, kesalahan dia juga kenapa dia mau terus menerus jadi petugas partai,” kata Rocky
“Jadi, kemampuan publik untuk melihat potensi Presiden itu, kan dulu kita bikin tesis bahwa sebetulnya politik Indonesia itu hari ini ada persaingan antara Jokowi dan Megawati,” kata Rocky
“Itu aja sebetulnya. Secara individual, itu persaingannya tuh. Padahal seharusnya, persaingan individual itu harus diselesaikan internal,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
