Pengangkutan Kayu dengan Dokumen Palsu di Toraja Berhasil Diungkap Tim Penyidik Gakkum LHK Sulawesi

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar-Tim operasi Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi kembali berhasil mengamankan satu unit mobil truk bermuatan kayu olahan tidak dilengkapi dokumen secara sama-sama keterangan sahnya hasil hutan di Kecamatan Saddang (Rantepao) Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan dengan tujuan U.D. PANGLI LAMBE. Jumat , 17 Januari 2020 sekitar pukul 17.15 WITA.

Sebagaimana diuraikan Abdul Waqqas (Komandan Brigade Anoa), Tim operasi menuju lokasi di UD. PANGLI LAMBE yang diduga menggunakan dokumen palsu, sampai di TKP tim operasi melakukan pemeriksaan dokumen dan sesuai hasil lacak SIPUHH Online dokumen tersebut adalah palsu sehingga tim mengamankan dan membawa mobil, saksi beserta muatannya ke kantor KPH Saddang II.

Ia menambahkan, selanjutnya tim operasi membawa mobil beserta muatannya ke Makassar untuk proses selanjutnya.

“Tim penyidik menemukan lebih dari dua alat bukti yang sah bahwa penyidik menetapkan inisial JP menjadi tersangka (pemodal), dan melakukan penyitaan 1(satu) unit mobil truk dengan nomor Polisi DP 8347 GJ beserta muatannya berupa kayu olahan dengan volume 6000 m3 sesuai dokumen yang menyertainya, kemudian 1 (satu) lembar STNK asli mobil truk nomor 05299555 C Nomor Polisi DP 8347 GJ serta 1 (satu) lembar Dokumen Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu KO. A. 03571,” ulas Muhammad Amin di Makassar, 21 Januari 2020.

Muhammad Amin (Kepala Seksi l) menuturkan, sejak Rabu, 23 Januari 2020 tim operasi melakukan penahanan terhadap tersangka. untuk dua puluh hari kerja kedepan di Rutan Pemasyarakatan kelas l Makasar.

Dodi Kurniawan, S.Pt.,M.H selaku Kepala Balai Gakkum Sulawesi mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kehutanan Sulsel, Kepolisian, KPH dan pihak-pihak yang turut membantu upaya penegakan hukum lingkungan hidup dan Kehutanan di Wilayah Sulawesi.

“Kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelakunya dan memberikan dampak luas dalam melindungi dan menjaga hak-hak negara atas hutan, hasil hutan dan kawasan hutan,” tutupya.

Komentar

Rekomendasi

Sebanyak 453 Peserta Ikuti Seleksi Tingkat Nasional PRISMA ’20 Unismuh Makassar

Gakkum KLHK Tangkap Pelaku Perusakan Hutan Lindung Sei Hulu Lanjai

Peduli Penghijauan Pantai, Polri Gelar Tanam Mangrove dan Tebar Benih Ikan

Presiden Jokowi Serahkan SK Perhutanan Sosial dan Hutan Adat untuk Rakyat Riau

TN Baluran ‘Africa Van Java’ di Ujung Pulau Jawa

KLHK: Indonesia Memasuki Era Baru Pengelolaan Sampah

Rapat Ortu dan Guru SMPN 14 Makassar, Ini yang Dibahas

Telah Hadir di Makassar, KAF Makassar Gelar Kajian Parenting

Eksotisme Pohon Bu’ne yang Semakin Langka

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar