SPORC Hebat Penegakan Hukum Kuat, Begini Kiprahnya

Terkini.id, Makassar-Mengawali tahun baru, Satuan Polisi Reaksi Cepat atau akrab dikenal dengan sebutan SPORC menyelenggarakan upacara peringatan hari ulang tahunnya yang ke-15. Senin 4 Januari 2021.

Mengingat masih masa pandemi covid-19 pelaksanaan ulang tahun SPORC ke-15 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dilaksanakan di Aula Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi Lantai 4 Gedung Rachmad Witoelar P3E Sulawesi dan Maluku, Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 17 Makassar.

Peringatan HUT SPORC ke-15 yang dimulai pukul 10.30 wita kali ini menerapkan protokol kesehatan dan secara resmi upacara dilaksanakan virtual dengan Dirjen Gakkum KLHK di Jakarta. Tema HUT SPORC ke – 15 yakni, “SPORC Hebat Penegakan Hukum Kuat”.

Baca Juga: Penyidik KLHK Tahan Dua Orang Tersangka Kasus Kayu Ilegal di...

Peringatan HUT SPORC di tengah covid-19 ini dilaksanakan serentak pada 16 Brigade di seluruh Indonesia, sejak awal pembentukannya 4 Januari 2005.

“Satuan Polhut Reaksi Cepat disingkat SPORC berkiprah dalam penanggulangan kerusakan lingkungan dan kehutanan. Berbagai prestasi ditorehkan dari penanganan illegal logging, perdagangan TSL Illegal, perambahan hutan dan lain sebagainya,” kata Dodi Kurniawan.

Baca Juga: Penyidik Gakkum KLHK Serahkan 140 Kayu Olahan Selundupan dari Luwuk...

Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sulawesi Dodi Kurniawan, S.Pt, MH menyampaikan, sejak tahun 2005-2021 SPORC sudah 15 tahun, berarti banyak hal sudah dilakukan dan banyak hal juga yang belum dilakukan.

“SPORC harus mempunyai integritas, profesionalitas, responsif kemudian kolaboratif dengan para pihak untuk melakukan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan,” lanjut Dodi Kurniawan.

Selanjutnya Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi menuturkan, dari tahun 2015 mulai dari Dirjen KSDAE sekarang Dirjen Gakkum banyak perubahan yang terjadi, dalam 5 tahun terakhir dimana SPORC berperan penting dalam mendukung KLHK menindak para pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan di kawasan hutan.

Baca Juga: Gelar Vaksinasi Covid-19, Satker LHK SulSel KLHK Komitmen Sukseskan Vaksinasi...

“Dalam 5 tahun ini di Sulwesi saja kasus lingkungan hidup yang ditangani kurang lebih 114 kasus yang diselesaikan secara tuntas oleh SPORC 3 brigade, yakni Brigade Anoa, Brigade Kera Hitam dan Brigade Maleo,” singkatnya.

“SPORC sudah menunjukkan perubahan dan dedikasi tinggi terhadap penegakan hukum di wilayah sulawesi dan seluruh indonesia. 5 tahun terakhir seribu kasus ditangani bersama-sama dengan Gakkum KLHK, SPORC memegang peranan penting dalam hal ini bersinergi bersama dengan instansi terkait antara lain Kepolisian, Kejaksaan kemudian TNI, instansi Pemerintah Daerah dan juga masyarakat baik langsung mengadu ke Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi maupun online, kemudian bersama-sama melakukan tindakan persuasif di lapangan,” beber Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan disela-sela pelaksanaan HUT SPORC ke-15.

Lebih jauh Dodi Kurniawan menegaskan, intinya SPORC telah berbuat 15 tahun yang lalu, sudah banyak memberikan inovasi, banyak program yang telah dilakukan bersama-sama dengan instansi terkait dalam penegakan hukum, pencegahan, pemberantasan pengrusakan hutan yang ada di indonesia.

Kemudian lanjut Dodi, sisi lain SPORC juga perlu mengembangkan diri profesionalitasnya dan keahliannya, itu juga kita dituntut untuk saling berkolaborasi bersama instansi Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI, Instansi terkait seperti Bea Cukai, Karantina dan KLHK yang ada di daerah.

Dodi Kurniawan, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung tugas-tugas SPORC KLHK, diantaranya Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan RI, TNI, Pemerintah Daerah dan KLHK baik di pusat maupun daerah  dan semua masyarakat yang telah bersama-sama mendukung dan melakukan tugas mencegah dan memberantas kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

Ketika ditanya suka dukanya selama menjadi bagian dari SPORC, Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi ini menjelaskan, saya bergabung tahun 2005 pendidikannya di Secapa Polri, tahun 2006 mulai bekerja sebagai anggota SPORC di Jambi.

“Kemudian langsung mengikuti kegiatan operasi dan melakukan tindakan mulai dari penangkapan, penahanan dan proses penyidikan, itu saya rasakan luar biasa ada tekanan, ada ancaman, namanya tantangan dan rintangan dimana-mana pasti ada. Setiap penegakan hukum pasti ada tantangan dan rintangan. saya rasakan adanya dukungan dari instansi terkait dari Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, serta masyarakat dalam menegakkan hukum,” ungkap Dodi Kurniawan kepada Media.

Dodi menuturkan pengalamannya sebagai anggota SPORC, banyak hal suka dukanya di lapangan, ketemu dengan penjahat, notabene mafia pemilik modal maupun penjahat kecil. Pelaku kejahatan yang ditangkap tidak langsung dilakukan upaya hukum yang keras, tapi lebih ke pendekatan persuasif, yang dilakukan SPORC saat ini terhadap masyarakat melalui pendekatan persuasif hingga mengedukasi, penegakan hukum adalah upaya terakhir. KLHK telah merubah pola pendekatan persuasif dengan mengedukasi masyarakat, sosialisasi sebelum melakukan tindakan upaya hukum.

“Yang saya rasakan SPORC punya pola kerja yang sudah terencana dan sudah mempunyai standar kerja, kemudian tidak sembarangan mengambil tindakan dan sudah 100 persen selesai apabila dinaikkan kasusnya tidak ada yang tidak selesai. Hampir 90 persen kasus yang diamankan selesai sampai P21, bila ada rintangan itu hal-hal yang bisa diperbaiki kedepan,” terangnya.

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi ini berharap SPORC bisa profesional, komitmen dalam penegakan hukum, berintegritas, responsif terhadap pengaduan masyarakat. Mempunyai kepedulian untuk mencegah kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

“SPORC bukan super power, SPORC adalah ASN biasa tetapi terlatih, memahami aturan, sebagai penegak hukum lingkungan hidup dan kehutanan. Mari bersama masyarakat bekerja bersama instansi terkait dalam penegakan hukum, saling berintegritas, saling berkominikasi, berkoordinasi, agar tugas-tugas bisa dilaksanakan dengan baik kedepannya demi NKRI,” tegas Dodi.

Olehnya itu, apapun yang kita lakukan adalah untuk menjaga hak-hak negara, menjaga hak-hak masyarakat kawasan hutan dan lingkungan hidup dan kehutanan yang kita jaga untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.

“Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi untuk itu kepada masyarakat semua mari bersama-sama menjaga lingkungan dari kerusakan yang menimbulkan banjir, tanah longsor, kerusakan lingkungan seperti pencemaran sehingga masyarakat sekitar merasakan jangka panjangnya kita semua akan dirugikan, kita tidak menikmati alam yang ada, padahal kita mempunyai banyak kekayaan alam perlu dijaga, perlu kita lindungi untuk itu mari bersama-sama kita jaga lingkungan hidup kita yang baik kedepannya,” Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi berpesan.

Terkait HUT SPORC ini Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan, S.Pt.,MH menyebutkan, SPORC telah banyak melakukan pelatihan, mulai dari intelejen, penyidikan, teknik operasi, olah TKP, investigasi, bela diri, survival banyak pelatihan-pelatihan baik di dalam negeri maupun luar negeri yang dapat menambah profesionalitas anggota SPORC.

“Dibawah kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya hampir 6 tahun, kemudian Dirjen Gakkum KLHK berdiri sebagai bentuk komitmen yang ditunjukkan negara untuk menjaga dan melindungi kawasan hutan, SPORC inilah menjadi bagian besar untuk menjalankan tugas-tugas dalam memberantas kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan,” urainya.

Dirjen Gakkum KLHK dibawah kendali Rasio Ridho Sani telah memberikan instruksi kepada para Kepala Balai untuk selalu menjaga profesionalitas, integritas, responsif, dalam pengekan hukum lingkungan hidup dan kehutanan dan hasil-hasil kerja yang telah dilakukan selama ini dan kita selalu membutuhkan bimbingan serta arahan dari Dirjen Gakkum KLHK.

“Terimakasih MenLHK dan Dirjen Gakkum KLHK, SPORC selama ini menjadi garda terdepan mendukung kegiatan penegakan hukum di KLHK,” pungkas Dodi Kurniawan.

Sepanjang tahun 2020 ini Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi telah menangani kasus hingga P21 melingkupi; Ilegal logging sebanyak 30 kasus, kejahatan TSL sebanyak 3 Kasus, Perambahan dan atau Pertambangan ada 3 Kasus dan kerusakan lingkungan ada1 Kasus.

Untuk pengaduan ke BPPHLHK Wilayah Sulawesi sebanyak 65 kasus, pengaduan ke Seksi Wilayah I Makassar sebanyak 22 kasus, Seksi Wilayah II Palu sebanyak 14 kasus. Sedangkan Seksi Wilayah III Manado sebanyak 10 kasus.  Sementara pengaduan lingkungan hidup sebanyak 48 kasus dan pengaduan Kehutanan sebanyak 63 kasus.

Hadir dalam HUT ke-15 SPORC Kepala Sub Tata Usaha, Achmad Yusuf Arif, SH.,MH,. Kepala Seksi Wilayah I Makassar, Muhammad Amin, SH.,MH sementara Seksi Wilayah II dan III, Pos Gakkum mengikuti kegiatan tersebut  melalui virtual zoom.

Kemudian hadir Danbrig SPORC Brigade Anoa, H. Waqqas, S.Sos, para Kepala Unit SPORC Gakkum Sulawesi, Koordinator PPLH dan PPNS, ASN dan PPNPN Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi.

Acara dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada ASN terbaik di bidangnya masing-masing sekaligus pelepasan masa purnabakti Drs. Burhanuddin Labakka.

Sponsored by adnow
Bagikan