Akademisi Unhas Angkat Jempol untuk Vale yang Selalu Jadi Best Practice Pertambangan Berkelanjutan

Akademisi Unhas Angkat Jempol untuk Vale yang Selalu Jadi Best Practice Pertambangan Berkelanjutan

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Tidak bisa dibantah, bahwa praktek pertambangan akan selalu memberi dampak kepada lingkungan. Namun akademisi Universitas Hasanuddin, Irwan Ridwan Rahim, menilai perusahaan tambang Vale yang beroperasi di Sulawesi sukses meminimalisir dampak buruk pertambangan pada lingkungan.

Ridwan Rahim menjadi pembicara bersama 
Head of Communications PT Vale Bayu Aji, serta Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin dalam Media Meet-Up: Media dan Reportase Pertambangan di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat 4 November 2022.

Dalam diskusi tersebut, Irwan Ridwan Rahim menjelaskan terkait hubungan antara lingkungan dan pertambangan yang selalu saling berbenturan.

“Yang namanya pembangunan, pertambangan, tidak akan ada zero impact. Mustahil pertambangan tidak berdampak pada lingkungan. Yang ada adalah, kita berusaha meminimalkan dampak dari hasil pertambangan,” ucap Akademisi dari Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin (Unhas) itu.

“Untuk hal ini, saya acungkan jempol ke PT Vale dalam menyeimbangkan ini. Saya dari akademisi teknik lingkungan, dan kajian kami terkait lingkungan bidang pertmbngan, kita selalu jadikan best practice itu dari Vale,” ungkap dia. 

Salah satu hal penting yang dilakukan Vale menurut Ridwan Rahim adalah, upaya perusahaan tersebut dalam melakukan reklamasi lahan bekas tambang.

Ridwan mengetahui hal itu saat dirinya pernah menjadi konsultan technical engineering construction di PLTA Karebe yang dibangun Vale. 

“Saya diskusi dengan teman teman mining, kebetulan ada beberapa teman alumni di sana. Kami melihat, Vale ini tidak main-main mereklamasi tambang,” ungkap dia lagi.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin menyampaikan, bahwa kontribusi tambang terhadap perekonomian harus didorong untuk terus meningkat.

“Kalau kita lihat masih di bawah 10 persen dari PDB. Sekitar 5,6 persen,” ungkap Maria Y Benyamin.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.