Edit Foto Jokowi Jadi Wajah Babi, Pengguna WhatsApp: Anjing Lokal

Terkini.id, Jakarta – Postingan seorang pengguna WhatsApp dengan nomor +6289508365565 mengedit foto Presiden Jokowi jadi wajah babi menuai kegeraman publi, tak terkecuali netizen di media sosial.

Adapun tangkapan layar postingan pengguna WhatsApp edit foto Presiden Jokowi jadi wajah babi itu viral usai dibagikan pengguna Twitter Ndheso_, seperti dilihat pada Selasa 31 Mei 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu melaporkan pengguna WhatsApp (WA) tersebut kepada Divisi Humas Polri dan Kantor Staf Presiden (KSP) karena telah menghina kepala negara.

Baca Juga: Akun Bobby Andhika Posting Foto Jokowi: Pantas Jadi Tukang Sapu

“Yth Bpk jokowi DivHumas_Polri CCICPolri KSPgoid ListyoSigitP mohon segera usut ISP pengguna +6289508365565 karena tlah menghina RI1,” cuit netizen Ndheso_.

Sang netizen juga membeberkan alamat domisili tempat tinggal pengguna WA tersebut yakni di sekitar Tangerang.

Baca Juga: Soal Ancaman Teror Via WhatsApp Akibat Kritik PSE, Menkominfo: Kominfo...

Selain itu, ia juga meminta warganet lainnya untuk memviralkan foto tangkapan layar postingan pengguna WA +6289508365565 itu agar penghina Jokowi tersebut segera diciduk.

“Ybs domisili Tangerang. Kawan-kawan mohon RT dong biar cepat kelar . Makasih …!,” kata sang netizen.

Dilihat dari tangkapan layar postingan pengguna WhatsApp tersebut, tampak pemilik nomor handphone +6289508365565 itu mengedit foto wajah Presiden Jokowi jadi wajah babi dengan lidah menjulur.

Baca Juga: Soal Ancaman Teror Via WhatsApp Akibat Kritik PSE, Menkominfo: Kominfo...

Sementara dalam narasi postingannya itu, terlihat pelaku penghina kepala negara itu menyebut Jokowi dengan sebutan anjing lokal.

“Anjing Lokal,” demikian tertulis narasi dalam foto unggahan pengguna WA +6289508365565 itu.

Sontak tangkapan layar postingan pengguna WhatsApp edit foto Jokowi jadi wajah babi itu menuai kegeraman dari warganet lainnya, salah satunya RetnoSulastri8.

“Gasss poul… kagak usah pake mewek-mewek ya kalo keciduk, kagak usah alasan khilaf-khilaf, jadi kesel saiya,” ujarnya.

Bagikan