Terkini.id, Jakarta – Sebanyak 11 juta vaksin Covid-19 jenis Sinovac kembali diterima Pemerintah Republik Indonesia.
Vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa 2 Februari 2021. Sedikitnya ada 11 juta vaksin Covid-19 jenis Sinovac tersebut merupakan pengiriman vaksin tahap ke empat.
Mengutip suaracom, jaringan terkini.id, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan 11 juta vaksin terdiri dari 10 juta bahan baku vaksin atau bulk dan 1 juta overfill alias setengah jadi.
“Hari ini ada 10 juta bahan baku vaksin dan 1 juta over fill (setengah jadi) dari Sinovac,” ujar Oscar kepada awak media saat konferensi pers.
Dari tayangan video YouTube Sekretariat Presiden, bahan vaksin tersebut diangkut menggunakan pesawat Singapore Airlines dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 10.20 WIB.
- Panen Ketiga Sipakatau: Saat Kebun Warga Maccini Parang Kota Makassar Mulai Dilirik hingga Nunukan
- Dari Antrean BBM ke Pemasok Industri Baterai, Kedaulatan Energi Sedang Dibangun di Sulawesi
- Dua Pengusaha Kuliner Asal Sidrap Raih Penghargaan di MFC Award 2026
- Lazuna Chicken Raih Dua Penghargaan MFC Award 2026, Tiga Tahun Berturut-turut Jadi Favorit
- Perkuat Eksklusivitas Kawasan, Tallasa City Bangun Private Club House di Alstonia
Vaksin tersebut disimpan di dalam envirotainer.
Oscar juga menuturkan kehadiran vaksin Covid-19 di Indonesia merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan kasus Covid-19.
“Salah satu wujud langkah konkret pemerintah hadir memastikan dalam rangka mengendalikan bagi kesehatan masyarakat,” ucap dia.
Lanjut Oscar, hingga saat ini jumlah vaksin yang sudah ada di Indonesia sebanyak 28 juta jumlah vaksin.
“Total vaksin yang sudah ada di tanah air kita ada 28 juta jumlah vaksin dan calon vaksin yang akan kita berikan kepada masyarakat,” tutupnya .
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
