Menurut Bachtiar, peserta Darul Arqam saat ini masih berada pada tahap kader administratif, yakni telah mengikuti proses formal dan memiliki identitas keanggotaan. Namun, tahap berikutnya adalah menjadi kader substantif yang aktif berkontribusi dalam persyarikatan.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan dosen dalam struktur ranting dan cabang, serta penyamaan pemahaman ideologi setelah kegiatan formal berakhir.
“Darul Arqam bukan garis finis, tetapi gerbang menuju tanggung jawab yang lebih besar sebagai kader persyarikatan,” jelasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penegasan bahwa Darul Arqam Angkatan III tidak hanya mengakhiri pelatihan, tetapi juga menjadi awal proses transformasi dosen menjadi kader Muhammadiyah yang berperan aktif dalam memajukan kampus.
“Selamat menjadi kader Muhammadiyah,” tutup Bachtiar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
