Terkini.id, Jakarta – Penyandang disabilitas cerebral palsy dan memakai kursi roda ditahan dan dicegat dua petugas saat ingin menaiki KRL di stasiun Balapan di Solo.
Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik yang di share oleh Twitter @merapi_uncover yang telah mencapai 9000 views, kedua petugas tersebut berkata bahwa perintah dari atasannya tidak memperbolehkan penyandang disabilitas untuk naik KRL karena kursi rodanya kepanjangan.
“Iya tapi kita diperintah atasan kemarin.” ujar salah satu petugas dalam video tersebut.
Namun menurut calon penumpang bernama Ilham yang menyandang disabilitas tersebut, alasan yang diberikan oleh pihak petugas tidak logis dan ia meminta untuk bertemu atasan petugas tersebut.
“Saya mau ngomong sama atasannya. Saya butuh alasan yang logis kenapa saya gaboleh naik.” ujar Ilham.
- Heboh Akun Fufufafa yang Hina Keluarga Prabowo Dikaitkan dengan Gibran Rakabuming
- Gibran Saksikan Langsung Deklarasi Taruna Pro Gibran di Makassar
- Lewat Udara, Kapolda Sulsel Pantau Pengamanan Giat Jalan Santai Cawapres Gibran Rakabuming
- Menteri Pertanian Dampingi Gibran Rakabuming Temui Pelaku UMKM
- Pendaftar Jalan Sehat Satu Putaran di Makassar Mencapai 1.162.000 Orang, Gibran: Terima Kasih
Ilham semakin jengkel karena tetap tidak diperbolehkan menaiki KRL. Dirinya heran dengan peraturan yang dibuat karena baru pertama kali dirinya mengalami hal tersebut.
“Ini ada apasi?, kalian pada kenapa sih?” ujar Ilham.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming angkat bicara terkait video penolakan terhadap difabel yang hendak naik KRL di Stasiun Balapan Solo. Gibran menyayangkan kejadian tersebut mengingat saat ini Solo menjadi tuan rumah pesta olahraga difabel, ASEAN Para Games XI.
“Naik BST (Batik Solo Trans) saja boleh. Iya (menyayangkan), kita kan tuan rumah ASEAN Para Games,” kata Gibran di Balai Kota Solo, pada Rabu 27 Juli 2022, melansir dari Detik.com.
Gibran mengaku sudah melihat video tersebut, namun masih harus berkoordinasi dengan KAI Commuter. Lebih lanjut Gibran menilai seharusnya difabel mendapatkan prioritas.
“Kota Solo harus jadi kota yang ramah terutama untuk disabilitas. Saya belum tahu duduk permasalahannya. Malah teman-teman dengan disabilitas yang seharusnya diprioritaskan bukannya disingkir-singkirkan seperti itu. Nanti saya cari orangnya,” katanya melansir dari Detik.com.
Perihal ini pihak KAI sudah meminta maaf dan KCI akan berkoordinasi dengan komunitas difabel untuk mengetahui standar alat bantu yang digunakan. Hal ini digunakan untuk menentukan kebijakan ke depan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
