Masuk

Penyandang Disabilitas Dicegat Saat Ingin Naik KRL, Gibran Rakabuming: Kita Tuan Rumah ASEAN Para Games

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Penyandang disabilitas cerebral palsy dan memakai kursi roda ditahan dan dicegat dua petugas saat ingin menaiki KRL di stasiun Balapan di Solo. 

Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik yang di share oleh Twitter @merapi_uncover yang telah mencapai 9000 views, kedua petugas tersebut berkata bahwa perintah dari atasannya tidak memperbolehkan penyandang disabilitas untuk naik KRL karena kursi rodanya kepanjangan.

“Iya tapi kita diperintah atasan kemarin.” ujar salah satu petugas dalam video tersebut.

Baca Juga: Muhammad Fauzi Minta Kemenhub Kaji Ulang Soal Wacana Pemisahan Subsidi Tarif KRL

Namun menurut calon penumpang bernama Ilham yang menyandang disabilitas tersebut, alasan yang diberikan oleh pihak petugas tidak logis dan ia meminta untuk bertemu atasan petugas tersebut.

“Saya mau ngomong sama atasannya. Saya butuh alasan yang logis kenapa saya gaboleh naik.” ujar Ilham.

Ilham semakin jengkel karena tetap tidak diperbolehkan menaiki KRL. Dirinya heran dengan peraturan yang dibuat karena  baru pertama kali dirinya mengalami hal tersebut.

Baca Juga: TEGAR, Rekomendasi Film yang Layak Ditonton di Bulan Desember 2022, Sangat Menginspirasi

“Ini ada apasi?, kalian pada kenapa sih?” ujar Ilham.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming angkat bicara terkait video penolakan terhadap difabel yang hendak naik KRL di Stasiun Balapan Solo. Gibran menyayangkan kejadian tersebut mengingat saat ini Solo menjadi tuan rumah pesta olahraga difabel, ASEAN Para Games XI.

“Naik BST (Batik Solo Trans) saja boleh. Iya (menyayangkan), kita kan tuan rumah ASEAN Para Games,” kata Gibran di Balai Kota Solo, pada Rabu 27 Juli 2022, melansir dari Detik.com.

Gibran mengaku sudah melihat video tersebut, namun masih harus berkoordinasi dengan KAI Commuter. Lebih lanjut Gibran menilai seharusnya difabel mendapatkan prioritas.

Baca Juga: PKK Sulsel dan Dinas PMD Gelar Pelatihan Keterampilan Untuk Disabilitas

“Kota Solo harus jadi kota yang ramah terutama untuk disabilitas. Saya belum tahu duduk permasalahannya. Malah teman-teman dengan disabilitas yang seharusnya diprioritaskan bukannya disingkir-singkirkan seperti itu. Nanti saya cari orangnya,” katanya melansir dari Detik.com.

Perihal ini pihak KAI sudah meminta maaf dan KCI akan berkoordinasi dengan komunitas difabel untuk mengetahui standar alat bantu yang digunakan. Hal ini digunakan untuk menentukan kebijakan ke depan.