Penyidik Gakkum KLHK Kalimantan Amankan Tersangka Pembalak Ilegal di Kawasan Hutan Madara

Terkini.id, Palangka Raya – Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, 7 September 2021, menetapkan AS (53) sebagai tersangka pembalakan ilegal. 

AS ditangkap Tim SPORC Brigade Kalaweit Seksi Wilayah I Palangka Raya, bersama Korwas PPNS dan Korem 102 Panju-Panjung, di kawasan hutan Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Senin, 6 September 2021. 

AS dititipkan di Rumah Tahanan Negara Polda Kalteng, di Palangka Raya. Kamis, 9 September 2021. 

Baca Juga: Hari Ozon Sedunia, KLHK Beri Bantuan Teknisi RAC

Tim juga mengamankan barang bukti berupa kayu olahan berbagai ukuran, 2 unit chainsaw, meteran, kikir, bar chainsaw, rantai chainsaw, jerigen berisi bensin dan oli, palu, kunci pas, jangka siku, jangka pengukur belahan kayu, jangka besi pengait dan penahan kayu.

Tersangka AS dijerat Pasal 12 Huruf f, Pasal 82 Ayat 1 Huruf c Jo. dan/atau Pasal 84 Ayat 1 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, yang diubah dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Berdasarkan peraturan tersebut AS dituntut pidana penjara paling lama 5 tahun, denda maksimal Rp 5 miliar.

Baca Juga: KLHK Tetapkan Pemodal Aktivitas Emas Tambang Ilegal di HL dan...

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat Desa Buntok yang disampaikan kepada Balai Gakkum KLKH Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah I Palangka Raya pada 3 September 2021. 

Kemudian Tim SPORC Brigade Kalaweit Seksi Wilayah I Palangka Raya membentuk Tim Gabungan yang terdiri dari Korwas PPNS dan anggota Korem 102 Panju-Panjung. 

Pada Senin, 6 September 2021, Tim bergerak menuju lokasi pembalakan ilegal di kawasan hutan wilayah Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Baca Juga: KLHK Tetapkan Pengusaha Kayu Sebagai Tersangka Baru Kasus Pengangkutan Kayu...

Dilokasi Tim berhasil mengamankan AS saat sedang membalak dan mengamankan barang bukti. Selanjutnya, Tim membawa AS barang bukti ke Kantor Seksi Wilayah I di Palangka Raya untuk proses hukum lebih lanjut.

PPNS SPORC Balai Gakkum saat ini masih mengembangan kasus untuk mencari aktor yang memiliki peran sebagai bos dan penguasa lokasi, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus pembalakan ilegal di kawasan hutan wilayah Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah.

Bagikan