Penyuluh Dorong Petani Percepatan Tanam, Mahasiswa Bantu Petani Tanam Menggunakan Alsintan

Mahasiswa Pobangtan Gowa Tanam Padi Menggunakan Transplanter

Dalam rangka mendukung pencanangan Gerakan Percepatan Tanam yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui video conference di Agriculture War Room (AWR) Kementan beberapa waktu lalu, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali aktif melakukan pendampingan kepada beberapa kelompok tani.

Gerakan Percepatan Tanam sendiri menurut Mentan SYL, merupakan upaya antisipasi terjadinya kekeringan dengan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada seperti arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbata

Hampir seluruh mahasiswa ikut mengambil bagian dalam kegiatan ini. Masing-masing mahasiswa mengambil tempat di kampung halaman masing-masing. Siti Aminah, didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) Setempat dan Kelompok tani Malisiparappe, Dusun Dekko ,Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. Sabtu, (06/06). Penyuluh di Ponre sangat aktif menyerukan Percepatan Tanam kepada Petani agar tidak ada lahan yang menganggur.

Menurut Siti Aminah, alat tanam transplanter kami gunakan arena mengingat banyaknya biaya yang digunakan, jika menggunakan sistem tanam manual(Tenaga Manusia). Selain itu lamanya proses penanaman, sehingga petani menggunakan alat Tanam transplanted, disisi lain hasil dari penggunaan alat transplanted dapat menambah hasil produksi petani.

Sebelum kegiatan tanam, pembuatan dapok dengan memberi alas koran pada media dapok selanjutnya dilakukan pengayakan tanah dengan campuran pupuk kandang selanjutnya masukan tanah kedalam media dapok lakukan penyiraman dengan cara dipercikkan , lakukan penghamburan benih dengan takaran 1 gelas Aqua / dapok dan dihambur secara merata. Setelah munculnya kecambah berumur 10-15 hari sudah bisa ditanam dengan menggunakan alat menggunakan alat transplanted tersebut,” ungkap Siti.

Menarik untuk Anda:

Diharapkan sebagai mahasiswa-mahasiswi dapat mengukur dan mengasah pengetahuan kami dalam dunia pertanian dengan cara terjun langsung ke petani sebagai bentuk pembelajaran dan memberikan sedikit pengetahuan yang didapatkan di kampus Polbangtan Gowa, agar petani dapat tetap melakukan kegiatan budidaya untuk memenuhi kebutuhan pangan ditengah masa darurat pandemi Covid-19.

Menurutnya, sektor pertanian sangat bergantung pada cuaca, bencana alam, hama, dan manajemen ketahanan pangan. Karena itu, antisipasi ini harus segera dilakukan oleh semua lingkup Kementan demi meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi juga mengatakan, “Dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bermasalah. Petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan. Namun tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan pakai masker. Kenapa pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan,” tuturnya.

Diakui Dedi, tugas penyuluh dalam masa pandemi Covid-19 tidak mudah. Penyuluh bersama petani harus memastikan produksi pertanian tidak berhenti, bahkan Kostratani juga akan mendorong percepatan masa tanam sebagai mitigasi kekeringan.

Demi mendukung pemerintah, Polbangtan Gowa sendiri akan selalu aktif dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan program kementerian pertanian dan BPPSDMP termasuk Kostratani ydengan melibatkan seluruh civitas akademik dan mahasiswa.

“Saat ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” jelas Dedi.

Mahasiswa Polbangtan adalah salah satu insan muda pertanian yang menjadi tumpuan harapan bangsa. Mereka adalah generasi milenial yang diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pertanian. Terlebih di tengah mewabahnya Covid-19. (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik Unhas Loloskan 113 PKM, Peringkat Ketiga se Indonesia

FK Unhas Gelar Kuliah Umum Forensik Online

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar