Peralihan Musim, Waspadai Flu Singapura yang Menanti

Peralihan Musim, Waspadai Flu Singapura yang Menanti

R
Rochmawati
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Terjangkit flu Singapura merupakan salah satu momok utama setiap peralihan musim tiba.

Terbukti, beberapa pekan terakhir, linimasa sosial media diramaikan dengan unggahan perihal flu Singapura yang memiliki karakter mirip cacar air ini.

Dilansir dari Kompas.com, warganet beramai-ramai mengabarkan perihal maraknya kasus penyakit seasonal ini.

Topik hangat ini dimulai dari unggahan akun Twitter @sampingkosan berupa foto kaki seorang anak yang dipenuhi ruam.

“Kasian banget,” cuitnya melalui jejaring sosial berikon burung biru tersebut.

Baca Juga

Warganet kemudian beramai-ramai mengomentari unggahan tersebut di mana mayoritas langsung menyebut flu Singapura sebagai penyebabnya. 

Flu singapur yah? Kemaren ponakan aku juga kena 🙁 alhamdulillah udah sembuh cuman tangan sama kakinya jadi ada bekas totol2 gitu :(,” respon akun @seribu2ribu.

Begitu pula dengan akun @dianquee yang menulis, “Demi apapun flu singapur lagi ramee??” 

Lantas, seperti apa sebenarnya karakter flu Singapura ini, tingkat bahaya, gejala dan cara penanganannya? 

Flu Singapura; Sejarah, Gejala dan Penanganannya

Meskipun dinamai flu Singapura, menurut arsip di Kemenkes, sebenarnya penyakit ini pertama kali diidentifikasi di Toronto, Kanada, pada tahun 1957.

Kala itu, gejala yang ditimbulkan mirip dengan kondisi penyakit misterius yang mewabah di Singapura, sehingga kemudian mendapatkan julukan tersebut.

Virus penyebabnya berasal dari kelompok enterovirus, yaitu Coxsackievirus A16.

Flu yang satu ini juga dikenal dengan istilah hand, foot and mouth disease (HFMD) sesuai dengan bagian tubuh yang diserang sebagai gejala.

Gejala flu Singapura memiliki ciri khas bertahap : 

  1.  Demam tinggi.
  2.  Muncul lesi di bagian dalam mulut seperti sedang sariawan.
  3. Nafsu makan mengalami penurunan drastis.
  4. Sakit perut dengan frekwensi buang air besar meningkat.
  5. Muncul ruam kemerahan, khususnya di area telapak tangan dan kaki. 

Jika terjadi pada bayi, otomatis membuat mereka akan sering tantrum hingga menangis terus menerus.

Selain itu, sebagai pembeda dengan cacar air, ruam HFMD tidak terasa gatal sama sekali. 

Flu singapur ini memang dapat menyerang segala usia, namun lebih rentan pada balita.

Lantas, bagaimana cara penanganan Flu Singapura?

Pada dasarnya, kondisi yang ditunjukkan pasien yang terjangkit virus ini akan membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu 7-14 hari ke depan.

Istirahat yang cukup serta menjaga pola makan dengan baik akan membantu antibodi alami tubuh untuk proses pemulihan segera.

Sebelum terjangkit oleh penyakit ini, lebih baik melakukan pencegahan flu Singapura dengan cara : 

  • Rajin menjaga kebersihan tangan.
  • Menghindari kontak erat dengan pengidap flu.
  • Tidak berbagi peralatan makan dan minum dengan orang lain.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.