Perdana Menteri Irak Hampir Tewas Terbunuh Lewat Drone

Perdana Menteri Irak Hampir Tewas Terbunuh Lewat Drone

R
Raja Ade Romania
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaPerdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi, dinyatakan selamat pasca mendapat serangan drone yang diduga kuat berupaya melakukan pembunuhan atas dirinya.

Serangan drone yang terjadi pada Minggu 7 November 2021, disebutkan bahwa drone tersebut berisi bahan peledak dan melintas di atas kediaman Mustafa di Baghdad, Ibukota Irak.

“Sebuah pesawat tak berawak mencoba menargetkan kediaman (Perdana Menteri),” ucap pejabat setempat.

Meski tak melukai Mustafa, serangan drone ini sempat meledak dan mengakibatkan enam petugas keamanan pribadi Mustafa terluka. Hingga kini, belum diketahui siapa kelompok yang terlibat dalam penyerangan ini.

Usai mendapat kabar tersebut, Amerika Serikat segera merespons serangan yang dilakukan terhadap Mustafa. Melalui juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, Amerika menganggap bahwa serangan tersebut masuk sebagai tindakan terorisme.

Dikutip dari Reuters, Pihak Amerika Serikat sendiri sudah menawarkan bantuan kepada Irak untuk menyelidiki serangan ini.

“Kami lega mengetahui bahwa perdana menteri tidak terluka. Tindakan terorisme yang nyata ini, yang kami kutuk keras, diarahkan ke jantung negara bagian Irak,” ucap Ned Price.

Serangan ini beriringan dengan protes yang dilayangkan masyarakat Irak atas hasil pemilihan umum (pemilu) bulan lalu. Pendemo menyebut pemilu Oktober memiliki banyak penyimpangan.

Para pendemo berasal dari kalangan yang pro terhadap kelompok militan bersenjata di Irak karena mereka banyak kehilangan kedudukan di parlemen.

Sejak beberapa tahun belakangan, kelompok militan bersenjata Irak menguasai sebagian besar parlemen dan pemerintahan sehingga pemilu tahun ini dianggap tidak sah.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.