Terkini.id, Makassar – Bank Sulselbar mengumumkan performa kinerja keuangan perseroan selama tahun 2018, pada Jumat 11 Januari 2019. Dalam press conference yang digelar di Kantor Bank Sulselbar Jumat pekan lalu, bank pembangunan daerah ini mencatat pertumbuhan yang signifikan.
Konferensi pers dihadiri Dirut Bank Sulselbar Andi Muhammad Rahmat, Direktur Pemasaran dan Syariah Rosmala Arifin, Direktur Umum Irmayanti Sultan, Direktur Kepatuhan Asril Azis, beberapa pemimpin grup dab petinggi lainnya.
HA Muhammad Rahmat menuturkan, kinerja perseroan tumbuh dobel digit jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu 2017.
“Aset kita pada 2018 tumbuh hingga 18,72 persen menjadi Rp 20,83 triliun. Pada 2017, posisi aset Bank Sulselbar sebesar Rp 17,54 triliun,” papar Muhammad Rahmat saat menyampaikan rilis.

Dari sisi laba, Bank Sulselbar mencatat laba bersih yang tumbuh dari Rp 539,44 miliar menjadi Rp 605,12 miliar. “Bertumbuh sebesar 12,17 persen,” tambah Rahmat.
Sementara itu, untuk kinerja Dana Pihak Ketiga, perseroan sukses melakukan penghimpunan dana hingga Rp 13,33 triliun atau tumbuh sebesar 12 persen dari 2017 sebesar Rp 11,73 triliun.
Kinerja Kredit
Bukan hanya itu, Bank Sulselbar juga mencatatkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari rata-rata industri perbankan nasional dan di Sulawesi Selatan.
“Hingga akhir tahun 2018, kredit Bank Sulselbar sukses tumbuh hingga Rp15,97 triliun atau tumbuh sebesar 14 persen dari 2017 yakni sebesar Rp 14 triliun,” katanya.
Menariknya, dengan pertumbuhan kredit yang tinggi, perseroan sanggup mempertahankan kualitas kredit dengan baik. “Rasio kredit macet Non Performing Loan (NPL) turun dari 0,56 persen menjadi 0,51 persen. Padahal target kami NPL di 2018 di angka 0,63 persen,” tambah Rosmala Arifin selaku Direktur Pemasaran dan Syariah.
Rasio Keuangan
Dari sisi keuangan, perseroan juga sanggup melakukan intermediasi yang tinggi, dan menjaga performa tetap stabil di tengah berbagai tantangan ekonomi sepanjang 2018.
Dengan aset Rp 20,83 triliun, Bank Sulselbar berada di posisi 12 dibandingkan BPD se-Indonesia.
Pada 2018, Bank Sulselbar mencatatkan posisi CAR 23,69 persen, ROA 3,68 persen, ROE 22,90 persen, NIM 6,49 persen, LDR 119,76 persen, dan BOPO sebesar 67,36 persen.
Bank Devisa
Andi Muhammad Rahmat juga menjelaskan, perseroan siap menjalankan target strategis dari pemegang saham mayoritas dalam hal ini Pemprov Sulsel, untuk memberikan produk-produk devisa.
“Visi misi kita salah satunya menjadi bank berkelas devisa,” terangnya.
Beberapa potensi yang dilihat oleh Bank Sulselbar, antara lain hadirnya pelabuhan baru Makassar New Port yang bakal mengambil sebagian peran Jawa Timur dalam melakukan ekspor komoditas ke luar negeri.
“Sehingga transaksi ekspor dari sebelumnya di Surabaya mulai bergeser ke Makassar. Ini menjadi tantangan kita untuk bisa mendapat izin bank devisa, punya SDM yang paham tentang devisa ini, dan dukungan IT,” terang dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
