Irmayanti Sulthan Resmi Jadi Plt Dirut Bank Sulselbar Gantikan AM Rahmat

Irmayanti Sulthan dan Andi Muhammad Rahmat.(ist)

Terkini.id, Makassar – Rapat Umum Pemegang Saham RUPS LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) Bank Sulselbar yang digelar di hotel Claro Jumat, 25 Oktober 2019, menetapkan Irmayanti Sulthan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank Sulselbar.

Irmayanti Sulthan menduduki jabatan yang sebelumnya dipimpin oleh HA Muhammad Rahmat yang tidak lagi menjabat sebagai Dirut Bank Sulselbar sejak 4 Oktober 2019.

Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, turut hadir dalam RUPS LB Bank Sulselbar.

Nurdin Abdullah mengatakan salah satu pertimbangan dari pemegang saham hingga akhirnya dipilih Irmayanti Sulthan karena track record-nya yang cukup bagus.

Ia pun menambahkan bahwa tugas utama Plt Dirut Bank Sulselbar salah satunya yaitu mempercepat proses menjadikan Bank Sulselbar sebagai bank devisa.

“Udah mau selesai kok bank devisa kita. Pokoknya kuncinya bangun komunikasi yang baik pada pemegang saham, koordinasi juga harus berjalan,” ungkap dia.

Irmayanti Sulthan merupakan kelahiran Bulukumba Sulawesi Selatan dan lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar.

Ia sebelumnya menjabat sebagai Pimpinan Grup Treasury Bank Sulselbar, sebelum akhirnya dipercayakan menjadi Plt Dirut Bank Sulselbar.

Komentar

Rekomendasi

Adian Napitupulu Putar Rekaman CCTV: Petugas KPK Langsung Pergi saat Ditanyai Satgas PDIP

Hendak Menilang, Briptu Gugur Ditabrak Lari Pengemudi Mobil

Sulawesi Utara Diguncang Gempa Magnitudo 6,6

Bambang Priono Resmi Jabat Kepala Kantor BPN Sulawesi Selatan

Dikabarkan Meninggal karena Gizi Buruk, Begini Kronologi yang Dialami Bayi Halim

Kembali Heboh, Kesultanan Ini Punya 6 Menteri dan Klaim Uang di Bank Swiss

Infografik: Berbagai Langkah PDIP Melawan KPK

Sedih, Anak Yatim Ini Makamkan Sendiri Jenazah Ibunya di Kuburan

Bogor dan Lebak Dilanda Banjir dan Longsor, BNPB Jepret Ratusan Tambang Ilegal di Hulu Sungai

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar